SIDOMULYO – Pemerintah Desa Sidomulyo bersama pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sinergi pendampingan desa. Hari ini, dilaksanakan kegiatan penyerahan bingkisan Idul Fitri secara simbolis kepada Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mengawal pembangunan desa.
Pemberian apresiasi ini merupakan cerminan dari keberhasilan kolektif dalam mengelola potensi lokal. Desa Sidomulyo mencatatkan prestasi gemilang di tahun anggaran 2026 melalui optimalisasi aset desa dan diversifikasi unit usaha BUMDes yang produktif.
Lima Pilar Usaha Desa Hasilkan PAD 68 Juta
Keberhasilan Sidomulyo menembus angka Kurang Lebih 68 Juta untuk Pendapatan Asli Desa (PAD) yang masuk ke APBDes 2026 didorong oleh lima unit usaha utama yang dikelola secara profesional, yaitu:
1. Pasar Desa: Menjadi pusat ekonomi warga yang konsisten menyumbang retribusi dan sewa lapak.
2. Perkebunan Kelapa Sawit Desa: Optimalisasi lahan desa melalui komoditas sawit yang kini telah memberikan hasil panen rutin.
3. Layanan BRI Link: Memudahkan akses transaksi perbankan bagi masyarakat desa sekaligus menghasilkan profit dari jasa layanan keuangan.
4. Unit Pertamini: Menjamin ketersediaan bahan bakar bagi warga dengan harga kompetitif dan tata kelola yang transparan.
5. Ketahanan Pangan (Ayam Petelur): Program ketahanan pangan yang terintegrasi, memasok kebutuhan protein warga sekaligus menjadi sumber pendapatan baru bagi desa.
Apresiasi untuk Para Pendamping
Kepala Desa Sidomulyo menyampaikan bahwa peran
Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa sangat krusial dalam memberikan
arahan teknis serta supervisi administrasi. "Keberhasilan lima unit usaha
ini hingga mampu menyumbang PAD puluhan juta rupiah tidak lepas dari kawalan
rekan-rekan pendamping. Penyerahan parcel ini adalah bentuk syukur dan terima
kasih kami atas kemitraan yang produktif ini," ungkapnya.
Dengan struktur APBDes yang semakin kuat berkat
kontribusi internal, Desa Sidomulyo optimis dapat mempercepat pembangunan
infrastruktur dan program pemberdayaan masyarakat tanpa hanya bergantung pada
dana transfer pusat.
Acara penyerahan yang berlangsung hangat ini ditutup
dengan diskusi mengenai rencana ekspansi unit usaha, termasuk peningkatan
kapasitas produksi pada sektor ketahanan pangan untuk semester berikutnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar