Senin, 20 April 2026

Sinergi Membuahkan Hasil: Wanaraya Jadi Kecamatan Pertama di Batola yang Rampungkan Pemeringkatan BUMDes Tahun 2026

Wanaraya – Semangat kemajuan desa di Kabupaten Barito Kuala (Batola) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini, Kecamatan Wanaraya resmi menjadi kecamatan pertama di Bumi Ije Jela yang berhasil menyelesaikan 100% proses Pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Per tanggal 16 April 2026 hingga menunggu terifikasi di tingkat pusat , disusul oleh Kecamatan Tabukan dan Mekarsari per tanggal 17 April 2026 . Pencapaian ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bukti nyata bahwa tata kelola ekonomi desa di Wanaraya mulai naik kelas menuju kemandirian yang lebih terukur.

Sumber : Data oleh TAPM Kab, PIC BUMDes

Buah dari Kolaborasi Tiga Pilar

Keberhasilan Wanaraya dalam memacu pemeringkatan ini tidak lepas dari rumus "Segitiga Emas" kolaborasi di tingkat akar rumput. Tidak ada pihak yang berjalan sendirian; semua bergerak dalam satu irama yang sama:

 1. Tenaga Pendamping Profesional (TPP): Sebagai garda terdepan, para pendamping desa memberikan kawalan teknis secara intensif. Mulai dari verifikasi dokumen, input data di sistem, hingga memastikan indikator penilaian terpenuhi.

 2. Pemerintah Desa (Pemdes): Dukungan penuh dari para Kepala Desa di Kecamatan Wanaraya menjadi kunci utama. Pemdes berperan memfasilitasi kebutuhan data serta memberikan dukungan moral dan kebijakan bagi pengurus BUMDes.

 3. Pengurus BUMDes:Sebagai aktor utama, kemauan keras dari pengurus BUMDes untuk berbenah dan transparan dalam pelaporan patut diacungi jempol. Mereka proaktif melengkapi berkas legalitas dan laporan keuangan yang menjadi poin krusial dalam pemeringkatan.


Mengapa Pemeringkatan Itu Penting?

Mungkin ada yang bertanya, "Kenapa harus repot-repot melakukan pemeringkatan?" Jawabannya sederhana: Tanpa pemeringkatan yang jelas, BUMDes akan sulit untuk menjalin kemitraan strategis dengan pihak ketiga atau mengakses permodalan yang lebih besar. Melalui proses ini, BUMDes di Wanaraya kini memiliki potret status yang jelas, apakah masuk kategori *Perintis, Pemula, Berkembang, atau Mandiri.

"Keberhasilan Wanaraya ini diharapkan menjadi pematik bagi kecamatan-kecamatan lain di Barito Kuala. Jika koordinasi antara pendamping, desa, dan pengelola BUMDes berjalan harmonis, tidak ada kendala yang tidak bisa diatasi." Ujar Kasi Pemberdayaan Kec. Wanaraya 

Menatap Masa Depan Ekonomi Desa

Dengan selesainya pemeringkatan ini, tugas besar berikutnya adalah meningkatkan kualitas usaha. Status yang didapat menjadi fondasi untuk menyusun strategi bisnis yang lebih matang. Harapannya, BUMDes tidak hanya sekadar papan nama, tetapi benar-benar menjadi mesin penggerak ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).


Selamat untuk Kecamatan Wanaraya! Langkah ini adalah bukti bahwa dengan kolaborasi, membangun desa dari pinggiran bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang terukur.


(wahidinilmi)
#BaritoKuala #Wanaraya #BUMDes #DesaMaju #EkonomiDesa #PendampingDesa #BatolaSatu


Selasa, 14 April 2026

Terobos Batas Ruang: Pendamping Desa se-Barito Kuala Ikuti Pelatihan Digitalisasi Website Desa via Zoom

 

MARABAHAN – Semangat transformasi digital di Kabupaten Barito Kuala terus membara meski dilakukan secara virtual. Melalui ruang temu daring (Zoom Meeting), seluruh jajaran Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten, Pendamping Desa (PD), serta Pendamping Lokal Desa (PLD) se-Kabupaten Barito Kuala mengikuti Pelatihan Pembuatan Blog dan Website secara intensif.

Pelatihan ini menjadi semakin strategis dengan kehadiran TAPM PIC Media Sosial Provinsi Kalimantan Selatan Bpk Jamah Syari yang Memberikan Arahan untuk semua PD dan PLD, serta PIC Media Sosial Kabupaten Barito Kuala Bpk. Supiani memaparkan materi terkait Pembuatan Blog/Website. Pertemuan daring ini membuktikan bahwa efisiensi teknologi dan kolaborasi dapat berjalan beriringan demi memajukan tata kelola informasi desa.

Membangun Jembatan Digital dari Layar Monitor

Meski dipisahkan oleh jarak geografis antar kecamatan di Barito Kuala, para pendamping desa tampak antusias mengikuti setiap tahapan teknis pembuatan platform digital. Fokus utama kegiatan ini adalah mempersiapkan para PD dan PLD sebagai "pionir digital" yang nantinya akan menularkan keahlian tersebut kepada seluruh Pemerintah Desa.

Targetnya jelas: Satu Desa, Satu Portal Informasi. Hasil dari pelatihan daring ini akan diimplementasikan langsung ke lapangan, sehingga setiap desa di Barito Kuala memiliki Blog atau Website resmi sebagai sarana publikasi kegiatan dan potensi desa.




Menjawab Tantangan Permendes Nomor 13 Tahun 2025

Langkah digitalisasi secara daring ini merupakan gerak cepat dalam melaksanakan amanah Permendes PDTT Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pedoman Sistem Informasi Desa (SID). Melalui website desa, pemerintah desa dituntut untuk lebih mandiri dalam mengelola data serta menyediakan informasi yang transparan dan akuntabel bagi masyarakat.

"Pelatihan melalui Zoom ini adalah bukti nyata bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kita mulai dari pendamping, lalu kita gerakkan seluruh desa di Barito Kuala agar melek teknologi," ujar salah satu peserta dalam sesi diskusi virtual.

Dipilihnya metode daring bukan tanpa alasan. Selain efisiensi waktu, metode ini sekaligus menjadi praktik langsung bagi para pendamping dalam memanfaatkan perangkat teknologi informasi. Dengan website desa yang nantinya dikelola secara profesional, transparansi pembangunan dan promosi keunggulan desa di Barito Kuala akan lebih mudah dijangkau oleh siapapun, kapanpun, dan di manapun.


"Mari dukung desa kita menjadi Desa Digital yang Mandiri!"


Jumat, 13 Maret 2026

Waringin Kencana Berbagi Berkah: Laba BUMDes Tembus 100 Juta, Apresiasi Mengalir untuk Lembaga Desa


WARINGIN KENCANA – Menjelang hari raya Idul Fitri, Pemerintah Desa Waringin Kencana bersama pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menyelenggarakan kegiatan penyerahan bingkisan Lebaran secara serentak. Kegiatan ini merupakan bentuk syukur atas capaian gemilang sektor ekonomi desa yang menunjukkan tren positif sepanjang tahun anggaran 2025.

Pemberian parcel ini ditujukan kepada seluruh elemen yang menjadi pilar pembangunan desa, mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), jajaran RT dan RW, penggerak PKK, para Kader Desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, hingga Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD).

Keberhasilan Kolektif: Laba BUMDes Lampaui Target

Momentum berbagi ini didasari oleh performa finansial BUMDes Waringin Kencana yang sangat sehat. Berdasarkan laporan pertanggungjawaban akhir tahun 2025, unit usaha desa berhasil membukukan laba bersih sebesar 105 JutaanDari total laba tersebut, BUMDes secara resmi telah menyetorkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar 42 Jutaan ke dalam struktur APBDes. Angka ini merupakan kontribusi nyata dalam memperkuat kemandirian fiskal desa untuk membiayai program pembangunan di masa mendatang.


Apresiasi untuk Sinergi Lembaga Desa

Kepala Desa Waringin Kencana dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembagian bingkisan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk pengakuan atas kerja keras seluruh lembaga desa dalam mendukung program-program BUMDes.

"Keberhasilan BUMDes mencetak laba di atas seratus juta rupiah adalah hasil sinergi. Tanpa dukungan keamanan dari RT/RW, semangat kader, pengawasan BPD, serta kawalan dari para pendamping desa, capaian ini sulit terwujud. PAD sebesar 42 juta ini akan kami kembalikan untuk kepentingan masyarakat," ungkap beliau.

Menuju Desa Mandiri

Para Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa yang hadir memberikan apresiasi tinggi atas transparansi dan tata kelola unit usaha di Waringin Kencana. Keberhasilan ini menempatkan Waringin Kencana sebagai salah satu desa dengan tata kelola BUMDes yang inspiratif di wilayahnya.

Acara penyerahan parcel berlangsung dengan suasana kekeluargaan yang erat, ditutup dengan doa bersama untuk keberlanjutan unit usaha desa agar semakin berkembang di tahun-tahun berikutnya.

(ElmySangDebu_Koorcam)




 

BUMDes Maju Bersama Desa Sidomulyo Salurkan Bingkisan Idul Fitri


SIDOMULYO – Pemerintah Desa Sidomulyo bersama pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sinergi pendampingan desa. Hari ini, dilaksanakan kegiatan penyerahan bingkisan Idul Fitri secara simbolis kepada Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mengawal pembangunan desa.

Pemberian apresiasi ini merupakan cerminan dari keberhasilan kolektif dalam mengelola potensi lokal. Desa Sidomulyo mencatatkan prestasi gemilang di tahun anggaran 2026 melalui optimalisasi aset desa dan diversifikasi unit usaha BUMDes yang produktif.

Lima Pilar Usaha Desa Hasilkan PAD 68 Juta

Keberhasilan Sidomulyo menembus angka Kurang Lebih 68 Juta untuk Pendapatan Asli Desa (PAD) yang masuk ke APBDes 2026 didorong oleh lima unit usaha utama yang dikelola secara profesional, yaitu:

1. Pasar Desa: Menjadi pusat ekonomi warga yang konsisten menyumbang retribusi dan sewa lapak.

2. Perkebunan Kelapa Sawit Desa: Optimalisasi lahan desa melalui komoditas sawit yang kini telah memberikan hasil panen rutin.

3. Layanan BRI Link: Memudahkan akses transaksi perbankan bagi masyarakat desa sekaligus menghasilkan profit dari jasa layanan keuangan.

4. Unit Pertamini: Menjamin ketersediaan bahan bakar bagi warga dengan harga kompetitif dan tata kelola yang transparan.

5. Ketahanan Pangan (Ayam Petelur): Program ketahanan pangan yang terintegrasi, memasok kebutuhan protein warga sekaligus menjadi sumber pendapatan baru bagi desa.




 

Apresiasi untuk Para Pendamping

Kepala Desa Sidomulyo menyampaikan bahwa peran Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa sangat krusial dalam memberikan arahan teknis serta supervisi administrasi. "Keberhasilan lima unit usaha ini hingga mampu menyumbang PAD puluhan juta rupiah tidak lepas dari kawalan rekan-rekan pendamping. Penyerahan parcel ini adalah bentuk syukur dan terima kasih kami atas kemitraan yang produktif ini," ungkapnya.

Dengan struktur APBDes yang semakin kuat berkat kontribusi internal, Desa Sidomulyo optimis dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan program pemberdayaan masyarakat tanpa hanya bergantung pada dana transfer pusat.

Acara penyerahan yang berlangsung hangat ini ditutup dengan diskusi mengenai rencana ekspansi unit usaha, termasuk peningkatan kapasitas produksi pada sektor ketahanan pangan untuk semester berikutnya.

Rabu, 19 November 2025

Inspektorat Barito Kuala Perkuat Pengawasan APBDesa Melalui Pelatihan Aparatur Kecamatan, dan TPP

        Banjarmasin (18/11/2025). Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) melalui Inspektorat Daerah dan bekerjasama dengan Dinas PMD terus memperkuat kapasitas aparaturnya dalam pengelolaan dan pengawasan keuangan desa. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Penyusunan Monitoring dan Evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Tahun Anggaran 2025. Acara  ini diselenggarakan untuk memastikan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban APBDesa berjalan sesuai dengan regulasi, serta mencapai tujuan pembangunan desa yang efektif dan transparan. Kegiatan ini menyasar para pemangku kepentingan utama di tingkat kecamatan, yaitu Camat, Sekretaris Camat (Sekcam), Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat (Kasi PM) Kecamatan, Perwakilan Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa.


        Pelatihan yang dihadiri oleh pejabat tinggi daerah, termasuk perwakilan dari jajaran pimpinan daerah Kabupaten Barito Kuala, menekankan pentingnya peran pengawasan yang berjenjang, di mana kecamatan memiliki tugas vital sebagai lini pertama pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintah desa.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini meliputi:
Pembinaan dan Pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (Inspektur Barito Kuala)
Peran Kecamatan dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (Plt. Kadis PMD)
Pengadaan Barang dan Jasa di Desa, Monev Pekerjaan Fisik di Desa, Administrasi Pengelolaan Keuangan Desa (TA. P3MD)
      Para peserta, khususnya Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa, diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam mendampingi perangkat desa untuk melaksanakan administrasi yang tertib, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan teknis yang diperoleh, tim di kecamatan dan pendamping desa akan lebih siap dalam memberikan bimbingan serta melakukan verifikasi lapangan.




      Kegiatan ini juga selaras dengan upaya Inspektorat Barito Kuala yang secara rutin melaksanakan kegiatan pengawasan, seperti Entry Briefing Reviu Belanja Desa Tahun Anggaran 2025, yang bertujuan untuk memperkuat pengawasan keuangan desa di seluruh wilayah kecamatan.

    Diharapkan, dengan adanya penguatan ini, Aparatur Pemerintah Desa di Barito Kuala dapat menjalankan tugasnya dengan lebih profesional, berhati-hati, dan menjunjung tinggi prinsip transparansi dalam penggunaan dana publik, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa. (wahidinilmi_korcam)

Kamis, 13 November 2025

Monev Dana Desa TA 2025 Desa Kolam Kanan Kec. Wanaraya

        Kolam Kanan, Sesuai dengan Lampiran Keputusan Menteri Desa PDT Nomor 294 Bab II Tugas Pendamping Desa yaitu : Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Perdes tentang APB Desa, maka Tim Kecamatan dan Tim Pendamping Desa (PD dan PLD) melakukan monitoring kegiatan fisik dari Dana Desa Tahun 2025 di Desa Kolam Kanan Kecamatan Wanaraya. Kegiatan ini bertujuan untuk monitoring kegiatan berupa pembangunan desa melalui Dana Desa TA 2025 berjalan dan sesuai spesifikasi yang di rencanakan, dalam kesempatan ini turut juga hadir Camat Wanaraya Ari Deny Wahyudi, S.STP. M.AP.

Pengurugan Halaman TK

      Adapun kegiatan pembangunan fisik dari Dana Desa TA 2025 di Desa Kolam Kanan Kec. Wanaraya yaitu : Gedung PAUD Tahap ke 2, Pengurugan Halaman TK, Pengadaan Ambulance Desa dan Garasi, Pengurugan Halaman Posyandu, Pembangunan Sumur Bor, Pembangunan Penampungan Air Bersih, Pembangunan Tempat Sampah. Sekaligus Monitoring Kegiatan Ketahanan Pangan dari Dana Desa berupa usaha Ayam Petelor dan Budidaya Ikan Lele.
        

Sumur Bor

    Kegiatan Pembangunan ini di harapkan Pelayanan Sosial Dasar di Desa Kolam Kanan semakin terpenuhi dan dapat meningkatkan taraf kesejahteraan warga desa Kolam Kanan. (wahidinilmi_korcam)

Senin, 10 November 2025

BUMDes Desa Sungai Jingah Besar Kec. Tabunganen Pelajari Sukses Peternakan Ayam Petelur BUMDes Adil Sejahtera Desa Kolam Kanan Kec. Wanaraya

 


    Kolam Kanan, Sejak munculnya Keputusan Menteri Desa PDT No 3 tahun 2025 tentang Panduan Penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan dalam Mendukung Swasembada Pangan, maka BUMDes Adil Sejahtera Desa Kolam Kanan Kecamatan Wanaraya berinisiatif untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur dan kolam ikan lele. bermodalkan 20% minimal dari Dana Desa maka di laksanakanlah kegiatan tersebut, BUMDes Desa Kolam Kanan merupakan BUMDes pertama di Kecamatan Wanaraya yang melaksankan kegiatan ketahanan pangan berupa ayam petelur.

    Sebuah langkah proaktif dalam upaya penguatan ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi desa telah dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sungai Jingah Besar, Kecamatan Tabunganen. Pada kunjungan yang berlangsung tanggal 10 November 2025, rombongan Kepala Desa dan Pengurus BUMDes Desa Sungai Jingah Besar Kecamatan Tabunganen melaksanakan studi tiru ke BUMDes Adil Sejahtera di Desa Kolam Kanan Kecamatan Wanaraya Kab. Barito Kuala



    Kunjungan ini secara khusus berfokus pada kegiatan usaha peternakan ayam petelur yang telah berhasil dijalankan oleh BUMDes Adil Sejahtera. Usaha ini telah terbukti tidak hanya menghasilkan profit bagi desa, tetapi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga telur di wilayah Kolam Kanan, menjadikannya model ideal untuk ditiru. "Alhamdulillah, Bumdes kami dipercaya sebagai destinasi studi tiru dari rekan Kepala Desa Sungai Jingah Besar dan Bumdes, walaupun masih banyak kekurangan akan tetapi semoga ini menjadi percontohan usaha khususnya di Kecamatan Wanaraya dan Umumnya Kecamatan lainnya" ujar Kepala Desa Kolam Kanan Endang Sudrajat.

    Dalam sesi studi tiru, tim BUMDes Sungai Jingah Besar mendalami berbagai aspek operasional, meliputi:

  • Manajemen Kandang dan Pemeliharaan
  • Strategi Pemasaran dan Distribusi
  • Pengelolaan Keuangan dan Kelembagaan
  • Dampak Terhadap Ketahanan Pangan

    Ketua BUMDes Sungai Jingah Besar menyatakan bahwa hasil dari studi tiru ini akan menjadi bekal berharga dalam merumuskan dan mengimplementasikan program serupa di Desa Sungai Jingah Besar. Diharapkan, keberhasilan BUMDes Adil Sejahtera dalam sektor ayam petelur dapat direplikasi, disesuaikan dengan potensi dan kondisi lokal, guna menciptakan sumber pendapatan baru bagi desa sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat Sungai Jingah Besar.

    BUMDes Adil Sejahtera menyambut baik kunjungan tersebut dan berkomitmen untuk terus berbagi praktik terbaik sebagai wujud kolaborasi antar-BUMDes dalam memajukan perekonomian desa di Indonesia. (wahidinilmi_korcam)