Tulisan Berjalan

SELAMAT DATANG DI BLOG RESMI TENAGA PENDAMPING DESA KECAMATAN WANARAYA KAB. BARITO KUALA
Tampilkan postingan dengan label tpp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tpp. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2026

Surat Tugas Pendamping Desa: Lebih dari Sekadar Selembar Kertas

Bagi mereka yang berkecimpung di dunia pemberdayaan masyarakat, kata "Surat Tugas" mungkin terdengar seperti formalitas administratif biasa. Namun, bagi seorang Pendamping Desa, surat ini adalah "tiket resmi" sekaligus amanah besar untuk mengawal perubahan di tingkat akar rumput.

Mengapa Surat Tugas (ST) ini begitu krusial dan apa saja yang perlu kita pahami di dalamnya? Mari kita bedah lebih dalam.

Landasan Legalitas dan Kepercayaan

Surat Tugas adalah bukti otentik bahwa kehadiran seorang pendamping di sebuah desa bukanlah tanpa dasar. Secara administratif, ST memberikan legalitas bagi pendamping untuk:

  • Melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa.

  • Menghadiri Musyawarah Desa (Musdes).

  • Mengakses data dan dokumen perencanaan pembangunan desa secara resmi.

Peta Jalan Pemberdayaan

Dalam setiap lembar Surat Tugas, biasanya tertera rincian tugas (job description) yang spesifik. Ini bukan sekadar daftar belanjaan, melainkan peta jalan. Mulai dari pendampingan penyusunan RKP Desa, pengawasan Dana Desa, hingga memastikan program ketahanan pangan berjalan sesuai regulasi

Tantangan di Lapangan

Meski surat sudah di tangan, tantangan sesungguhnya adalah implementasi. Pendamping desa dituntut untuk memiliki kemampuan komunikasi yang luwes. Surat Tugas mungkin membuka pintu kantor desa, tetapi ketulusan dan kompetensi yang akan membuka hati warga desa.

Kesimpulan

Surat Tugas adalah simbol profesionalisme. Bagi desa, kehadiran pendamping yang dilengkapi ST yang jelas adalah jaminan bahwa mereka mendapat bantuan tenaga ahli yang kompeten. Bagi pendamping, ini adalah pengingat bahwa ada tanggung jawab besar untuk membawa desa menuju kemandirian.



Jumat, 13 Maret 2026

Waringin Kencana Berbagi Berkah: Laba BUMDes Tembus 100 Juta, Apresiasi Mengalir untuk Lembaga Desa


WARINGIN KENCANA – Menjelang hari raya Idul Fitri, Pemerintah Desa Waringin Kencana bersama pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menyelenggarakan kegiatan penyerahan bingkisan Lebaran secara serentak. Kegiatan ini merupakan bentuk syukur atas capaian gemilang sektor ekonomi desa yang menunjukkan tren positif sepanjang tahun anggaran 2025.

Pemberian parcel ini ditujukan kepada seluruh elemen yang menjadi pilar pembangunan desa, mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), jajaran RT dan RW, penggerak PKK, para Kader Desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, hingga Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD).

Keberhasilan Kolektif: Laba BUMDes Lampaui Target

Momentum berbagi ini didasari oleh performa finansial BUMDes Waringin Kencana yang sangat sehat. Berdasarkan laporan pertanggungjawaban akhir tahun 2025, unit usaha desa berhasil membukukan laba bersih sebesar 105 JutaanDari total laba tersebut, BUMDes secara resmi telah menyetorkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar 42 Jutaan ke dalam struktur APBDes. Angka ini merupakan kontribusi nyata dalam memperkuat kemandirian fiskal desa untuk membiayai program pembangunan di masa mendatang.


Apresiasi untuk Sinergi Lembaga Desa

Kepala Desa Waringin Kencana dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembagian bingkisan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk pengakuan atas kerja keras seluruh lembaga desa dalam mendukung program-program BUMDes.

"Keberhasilan BUMDes mencetak laba di atas seratus juta rupiah adalah hasil sinergi. Tanpa dukungan keamanan dari RT/RW, semangat kader, pengawasan BPD, serta kawalan dari para pendamping desa, capaian ini sulit terwujud. PAD sebesar 42 juta ini akan kami kembalikan untuk kepentingan masyarakat," ungkap beliau.

Menuju Desa Mandiri

Para Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa yang hadir memberikan apresiasi tinggi atas transparansi dan tata kelola unit usaha di Waringin Kencana. Keberhasilan ini menempatkan Waringin Kencana sebagai salah satu desa dengan tata kelola BUMDes yang inspiratif di wilayahnya.

Acara penyerahan parcel berlangsung dengan suasana kekeluargaan yang erat, ditutup dengan doa bersama untuk keberlanjutan unit usaha desa agar semakin berkembang di tahun-tahun berikutnya.

(ElmySangDebu_Koorcam)




 

BUMDes Maju Bersama Desa Sidomulyo Salurkan Bingkisan Idul Fitri


SIDOMULYO – Pemerintah Desa Sidomulyo bersama pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sinergi pendampingan desa. Hari ini, dilaksanakan kegiatan penyerahan bingkisan Idul Fitri secara simbolis kepada Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mengawal pembangunan desa.

Pemberian apresiasi ini merupakan cerminan dari keberhasilan kolektif dalam mengelola potensi lokal. Desa Sidomulyo mencatatkan prestasi gemilang di tahun anggaran 2026 melalui optimalisasi aset desa dan diversifikasi unit usaha BUMDes yang produktif.

Lima Pilar Usaha Desa Hasilkan PAD 68 Juta

Keberhasilan Sidomulyo menembus angka Kurang Lebih 68 Juta untuk Pendapatan Asli Desa (PAD) yang masuk ke APBDes 2026 didorong oleh lima unit usaha utama yang dikelola secara profesional, yaitu:

1. Pasar Desa: Menjadi pusat ekonomi warga yang konsisten menyumbang retribusi dan sewa lapak.

2. Perkebunan Kelapa Sawit Desa: Optimalisasi lahan desa melalui komoditas sawit yang kini telah memberikan hasil panen rutin.

3. Layanan BRI Link: Memudahkan akses transaksi perbankan bagi masyarakat desa sekaligus menghasilkan profit dari jasa layanan keuangan.

4. Unit Pertamini: Menjamin ketersediaan bahan bakar bagi warga dengan harga kompetitif dan tata kelola yang transparan.

5. Ketahanan Pangan (Ayam Petelur): Program ketahanan pangan yang terintegrasi, memasok kebutuhan protein warga sekaligus menjadi sumber pendapatan baru bagi desa.




 

Apresiasi untuk Para Pendamping

Kepala Desa Sidomulyo menyampaikan bahwa peran Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa sangat krusial dalam memberikan arahan teknis serta supervisi administrasi. "Keberhasilan lima unit usaha ini hingga mampu menyumbang PAD puluhan juta rupiah tidak lepas dari kawalan rekan-rekan pendamping. Penyerahan parcel ini adalah bentuk syukur dan terima kasih kami atas kemitraan yang produktif ini," ungkapnya.

Dengan struktur APBDes yang semakin kuat berkat kontribusi internal, Desa Sidomulyo optimis dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan program pemberdayaan masyarakat tanpa hanya bergantung pada dana transfer pusat.

Acara penyerahan yang berlangsung hangat ini ditutup dengan diskusi mengenai rencana ekspansi unit usaha, termasuk peningkatan kapasitas produksi pada sektor ketahanan pangan untuk semester berikutnya.

Rabu, 19 November 2025

Inspektorat Barito Kuala Perkuat Pengawasan APBDesa Melalui Pelatihan Aparatur Kecamatan, dan TPP

        Banjarmasin (18/11/2025). Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) melalui Inspektorat Daerah dan bekerjasama dengan Dinas PMD terus memperkuat kapasitas aparaturnya dalam pengelolaan dan pengawasan keuangan desa. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Penyusunan Monitoring dan Evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Tahun Anggaran 2025. Acara  ini diselenggarakan untuk memastikan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban APBDesa berjalan sesuai dengan regulasi, serta mencapai tujuan pembangunan desa yang efektif dan transparan. Kegiatan ini menyasar para pemangku kepentingan utama di tingkat kecamatan, yaitu Camat, Sekretaris Camat (Sekcam), Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat (Kasi PM) Kecamatan, Perwakilan Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa.


        Pelatihan yang dihadiri oleh pejabat tinggi daerah, termasuk perwakilan dari jajaran pimpinan daerah Kabupaten Barito Kuala, menekankan pentingnya peran pengawasan yang berjenjang, di mana kecamatan memiliki tugas vital sebagai lini pertama pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintah desa.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini meliputi:
Pembinaan dan Pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (Inspektur Barito Kuala)
Peran Kecamatan dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (Plt. Kadis PMD)
Pengadaan Barang dan Jasa di Desa, Monev Pekerjaan Fisik di Desa, Administrasi Pengelolaan Keuangan Desa (TA. P3MD)
      Para peserta, khususnya Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa, diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam mendampingi perangkat desa untuk melaksanakan administrasi yang tertib, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan teknis yang diperoleh, tim di kecamatan dan pendamping desa akan lebih siap dalam memberikan bimbingan serta melakukan verifikasi lapangan.




      Kegiatan ini juga selaras dengan upaya Inspektorat Barito Kuala yang secara rutin melaksanakan kegiatan pengawasan, seperti Entry Briefing Reviu Belanja Desa Tahun Anggaran 2025, yang bertujuan untuk memperkuat pengawasan keuangan desa di seluruh wilayah kecamatan.

    Diharapkan, dengan adanya penguatan ini, Aparatur Pemerintah Desa di Barito Kuala dapat menjalankan tugasnya dengan lebih profesional, berhati-hati, dan menjunjung tinggi prinsip transparansi dalam penggunaan dana publik, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa. (wahidinilmi_korcam)

Kamis, 13 November 2025

Monev Dana Desa TA 2025 Desa Kolam Kanan Kec. Wanaraya

        Kolam Kanan, Sesuai dengan Lampiran Keputusan Menteri Desa PDT Nomor 294 Bab II Tugas Pendamping Desa yaitu : Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Perdes tentang APB Desa, maka Tim Kecamatan dan Tim Pendamping Desa (PD dan PLD) melakukan monitoring kegiatan fisik dari Dana Desa Tahun 2025 di Desa Kolam Kanan Kecamatan Wanaraya. Kegiatan ini bertujuan untuk monitoring kegiatan berupa pembangunan desa melalui Dana Desa TA 2025 berjalan dan sesuai spesifikasi yang di rencanakan, dalam kesempatan ini turut juga hadir Camat Wanaraya Ari Deny Wahyudi, S.STP. M.AP.

Pengurugan Halaman TK

      Adapun kegiatan pembangunan fisik dari Dana Desa TA 2025 di Desa Kolam Kanan Kec. Wanaraya yaitu : Gedung PAUD Tahap ke 2, Pengurugan Halaman TK, Pengadaan Ambulance Desa dan Garasi, Pengurugan Halaman Posyandu, Pembangunan Sumur Bor, Pembangunan Penampungan Air Bersih, Pembangunan Tempat Sampah. Sekaligus Monitoring Kegiatan Ketahanan Pangan dari Dana Desa berupa usaha Ayam Petelor dan Budidaya Ikan Lele.
        

Sumur Bor

    Kegiatan Pembangunan ini di harapkan Pelayanan Sosial Dasar di Desa Kolam Kanan semakin terpenuhi dan dapat meningkatkan taraf kesejahteraan warga desa Kolam Kanan. (wahidinilmi_korcam)

Senin, 10 November 2025

BUMDes Desa Sungai Jingah Besar Kec. Tabunganen Pelajari Sukses Peternakan Ayam Petelur BUMDes Adil Sejahtera Desa Kolam Kanan Kec. Wanaraya

 


    Kolam Kanan, Sejak munculnya Keputusan Menteri Desa PDT No 3 tahun 2025 tentang Panduan Penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan dalam Mendukung Swasembada Pangan, maka BUMDes Adil Sejahtera Desa Kolam Kanan Kecamatan Wanaraya berinisiatif untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur dan kolam ikan lele. bermodalkan 20% minimal dari Dana Desa maka di laksanakanlah kegiatan tersebut, BUMDes Desa Kolam Kanan merupakan BUMDes pertama di Kecamatan Wanaraya yang melaksankan kegiatan ketahanan pangan berupa ayam petelur.

    Sebuah langkah proaktif dalam upaya penguatan ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi desa telah dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sungai Jingah Besar, Kecamatan Tabunganen. Pada kunjungan yang berlangsung tanggal 10 November 2025, rombongan Kepala Desa dan Pengurus BUMDes Desa Sungai Jingah Besar Kecamatan Tabunganen melaksanakan studi tiru ke BUMDes Adil Sejahtera di Desa Kolam Kanan Kecamatan Wanaraya Kab. Barito Kuala



    Kunjungan ini secara khusus berfokus pada kegiatan usaha peternakan ayam petelur yang telah berhasil dijalankan oleh BUMDes Adil Sejahtera. Usaha ini telah terbukti tidak hanya menghasilkan profit bagi desa, tetapi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga telur di wilayah Kolam Kanan, menjadikannya model ideal untuk ditiru. "Alhamdulillah, Bumdes kami dipercaya sebagai destinasi studi tiru dari rekan Kepala Desa Sungai Jingah Besar dan Bumdes, walaupun masih banyak kekurangan akan tetapi semoga ini menjadi percontohan usaha khususnya di Kecamatan Wanaraya dan Umumnya Kecamatan lainnya" ujar Kepala Desa Kolam Kanan Endang Sudrajat.

    Dalam sesi studi tiru, tim BUMDes Sungai Jingah Besar mendalami berbagai aspek operasional, meliputi:

  • Manajemen Kandang dan Pemeliharaan
  • Strategi Pemasaran dan Distribusi
  • Pengelolaan Keuangan dan Kelembagaan
  • Dampak Terhadap Ketahanan Pangan

    Ketua BUMDes Sungai Jingah Besar menyatakan bahwa hasil dari studi tiru ini akan menjadi bekal berharga dalam merumuskan dan mengimplementasikan program serupa di Desa Sungai Jingah Besar. Diharapkan, keberhasilan BUMDes Adil Sejahtera dalam sektor ayam petelur dapat direplikasi, disesuaikan dengan potensi dan kondisi lokal, guna menciptakan sumber pendapatan baru bagi desa sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat Sungai Jingah Besar.

    BUMDes Adil Sejahtera menyambut baik kunjungan tersebut dan berkomitmen untuk terus berbagi praktik terbaik sebagai wujud kolaborasi antar-BUMDes dalam memajukan perekonomian desa di Indonesia. (wahidinilmi_korcam)



Sabtu, 08 November 2025

Inovasi TPP Wanaraya : Digitalisasi Form Laporan Melalui Spreadsheet

         

        Wanaraya, dalam upaya mewujudkan Desa Cerdas ( Smart Village ), efisiensi dan akurasi data adalah kunci utama. Selama beberapa tahun Pendamping Lokal Desa dan Pendamping Desa bergulat dengan metode pencatatan data yang memakan waktu :Kunjungan ke desa-mencatat-input data di excel-melaporkan, dengan metode tersebut rentan erorr bahkan saat Pendamping Desa/Koordinator merekap data tersebut. Kini, ada solusi cerdas, murah, dan mudah diimplementasikan: Digitalisasi Pendataan Berbasis Linktree dan Spreadsheet. Inovasi ini secara radikal menghilangkan penggunaan kertas dan memotong rantai rekapitulasi data yang Panjang, inovasi inilah yang dilakukan oleh Pendamping Desa Kecamatan Wanaraya.

Masalah Klasik : Kenapa Excel saja tidak cukup ?


Ada beberapa hal yang mempengaruhi :
Potensi Human Error Tinggi: Proses double entry (mencatat di lapangan, lalu mengetik ulang di Excel) sangat rawan kesalahan pengetikan dan penghilangan data.

Pemborosan Waktu dan Biaya: Waktu berharga PLD habis untuk pekerjaan administrasi merekap, bukan fokus pada pendampingan.

Data Tidak Real-Time: Koordinator atau TAPM baru bisa melihat data setelah PLD pulang ke kantor dan selesai mengolahnya. Hal ini menghambat pengambilan keputusan cepat.


Solusi Inovasi : Data Desa di Ujung Jari Anda


Inovasi ini memanfaatkan tiga pilar teknologi digital yang sudah umum dan gratis digunakan :

Komponen Inovasi

Peran Penting

Google Forms (atau Form Spreadsheet Lain)

Sebagai Formulir Digital yang menggantikan formulir kertas.

Google Spreadsheet

Sebagai Database Real-Time yang otomatis menampung data dari Formulir.

Linktree (atau Landing Page Sederhana)

Sebagai Pusat Navigasi Terpusat untuk semua link formulir.


Bagaimana Inovasi Ini Bekerja di Lapangan?


Inilah Alur Kerja Pendataan Terbaru yang Sangat Efisien:

Tahap Persiapan (Dilakukan sekali oleh Koordinator Data):

Buat Formulir Digital: Koordinator membuat formulir pendataan (misalnya, Survei Potensi Desa, Laporan Salur Dana Desa, Data Kegiatan Ketahanan Pangan) menggunakan Google Forms.

Siapkan Database: Setiap Formulir secara otomatis terhubung ke Spreadsheet (Database).

Integrasikan ke Linktree: Semua link Formulir yang sudah jadi dimasukkan dan dikategorikan di Linktree (misalnya: Data KeuanganData InfrastrukturLaporan Harian).

Distribusi: Koordinator hanya perlu membagikan satu link Linktree kepada semua PLD.


Tahapan Pelaksanaan (Dilakukan Oleh PLD):
Akses Cepat: PLD membuka link Linktree yang sudah mereka simpan di smartphone-nya
Pilih Formulir: Mereka memilih formulir yang relevan dengan pekerjaan hari itu (misalnya, memilih "Formulir Data Penerima Bantuan")
Input Langsung: PLD mengisi data langsung di desa, sambil berinteraksi dengan masyarakat atau perangkat desa, menggunakan smartphone mereka.
Data Tersimpan Otomatis: Setelah tombol Submit diklik, data seketika itu juga langsung masuk dan tersimpan rapi di Google Spreadsheet Pusat.

Manfaat Utama Inovasi "Data Desa Tanpa Kertas"


Efisiensi Waktu Maksimal: PLD fokus pada pendampingan dan tidak perlu pulang ke kantor hanya untuk merekap data. Pekerjaan administrasi 5 jam bisa dipersingkat menjadi 5 menit.

Go Green (Ramah Lingkungan): Mengurangi secara drastis penggunaan kertas dan alat tulis, mendukung inisiatif lingkungan.

Akurasi Data 100%: Data diinput langsung oleh sumbernya di lapangan. Validasi data bisa diatur langsung di dalam fitur Form untuk meminimalkan kesalahan.

Transparansi dan Pengawasan Real-Time: Koordinator dan pihak terkait dapat memantau perkembangan pendataan dari semua desa secara serentak, kapan saja dan di mana saja.

Biaya Rendah: Memanfaatkan tools gratis yang sudah tersedia dari Google, sehingga tidak memerlukan anggaran besar untuk pengembangan software khusus


        Inovasi berbasis Linktree dan Spreadsheet bukan hanya tentang mengganti kertas; ini tentang mengubah cara kerja (mindset) para pendamping desa agar lebih adaptif, efisien, dan berbasis teknologi.Mari kita dorong bersama digitalisasi pendataan desa, menjadikan setiap Pendamping Lokal Desa sebagai ujung tombak transformasi digital di tingkat akar rumput. Apakah tim pendamping Anda sudah siap melangkah ke era "Data Desa Tanpa Kertas"? Jangan hanya menjadikan Desa Cerdas/ Desa Digital tetapi TPP masih berkutat di metode lama

(wahidinilmi_korcam)