Tulisan Berjalan

SELAMAT DATANG DI BLOG RESMI TENAGA PENDAMPING DESA KECAMATAN WANARAYA KAB. BARITO KUALA
Tampilkan postingan dengan label Wanaraya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanaraya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2026

Monev Pemanfaatan Dana Desa Tahap I Tahun 2026 di Desa Waringin Kencana

Waringin Kencana . Pada hari ini Selasa 26 Mei 2026, Tim Pendamping Desa Kecamatan Wanaraya bersama Tim Kecamatan dan Camat Wanaraya melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pemanfaatan Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Desa Waringin Kencana, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan desa berjalan sesuai dengan perencanaan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Dalam pelaksanaan monev kali ini, tim melakukan peninjauan langsung terhadap salah satu kegiatan fisik yang telah direalisasikan menggunakan Dana Desa Tahap I Tahun 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Wanaraya beserta jajaran Kecamatan, aparat Desa Waringin Kencana, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), serta Pendamping Desa Kecamatan Wanaraya. Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan desa.


Hasil monitoring menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan fisik telah berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain melakukan pengecekan administrasi dan progres pekerjaan, tim juga memberikan masukan agar kualitas pembangunan tetap terjaga serta mengedepankan asas transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan pendamping desa dapat terus terjalin dengan baik demi mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Wanaraya, khususnya Desa Waringin Kencana. Editor : wahidinilmi

 


Selasa, 12 Mei 2026

Akselerasi Kemandirian Desa: Pemkab Barito Kuala Serahkan Penghargaan Status Desa Mandiri 2025

MARABAHAN– Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) mempertegas komitmennya dalam penguatan tata kelola wilayah perdesaan. Hal ini ditandai dengan digelarnya acara Ekspose Hasil Pendataan Indeks Desa (ID) Tahun 2025 sekaligus pemberian penghargaan bagi desa-desa yang berhasil meraih predikat Desa Mandiri, bertempat di Aula Selidah, Kompleks Perkantoran Pemkab Batola.

Acara strategis ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barito Kuala,
jajaran Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) terkait, para Camat, serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten. Turut hadir sebagai garda terdepan pendampingan adalah para Koordinator Kecamatan (Korcam) dari wilayah Cerbon, Marabahan, dan Wanaraya.

Transformasi Menuju Kemandirian

Dalam paparan ekspose tersebut, Pemkab Batola merilis data signifikan terkait peningkatan strata desa berdasarkan indikator ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi. Puncak acara ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para Kepala Desa yang berhasil membawa wilayahnya bertransformasi dari status Desa Maju menjadi Desa Mandiri.

Sekda dalam arahannya menyampaikan bahwa pencapaian status Mandiri merupakan indikator keberhasilan sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dengan implementasi di tingkat desa.

Capaian Gemilang Kecamatan Wanaraya

Kecamatan Wanaraya menjadi salah satu sorotan utama dalam penganugerahan tahun ini. Sebanyak tiga desa di wilayah tersebut resmi menyandang status Desa Mandiri 2025, yakni:

 Desa Roham Raya

 Desa Tumih

 Desa Dwipasari

Keberhasilan ketiga desa ini dinilai sebagai buah dari konsistensi perangkat desa dan peran aktif para Pendamping Desa dalam mengawal validitas data serta realisasi program pembangunan tepat guna.

Sinergi Lintas Sektor

Hadirnya para Korcam dari Marabahan, Cerbon, dan Wanaraya menegaskan pentingnya fungsi koordinasi dalam struktur pendampingan desa. Data Indeks Desa yang diekspose hari ini diharapkan menjadi kompas bagi SOPD dalam menentukan arah intervensi pembangunan pada tahun anggaran mendatang.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala berharap prestasi yang diraih oleh desa-desa mandiri baru tersebut dapat menjadi pemantik bagi desa lain untuk terus berinovasi dalam mengelola potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat Bumi Ije Jela.


Editor : wahidinilmi


Senin, 11 Mei 2026

Waringin Kencana News : Wajah Baru Ekonomi Desa: Bapak Mujiburrahman Resmikan Pasar Tradisional Waringin Kencana


MARABAHAN – Semangat gotong royong dan optimisme ekonomi terpancar jelas di Desa Waringin Kencana. Hari ini, secara resmi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Barito Kuala (Marabahan), Bapak Mujiburrahman, meresmikan operasional Pasar Tradisional Desa Waringin Kencana. Klik Kencana News

Sinergi Pemerintah Desa dan BUMDes: 50 Unit Kios Desa Waringin Kencana Resmi Beroperasi

WARINGIN KENCANA, WANARAYA – Sebuah langkah konkret dalam penguatan ekonomi lokal baru saja ditandai dengan peresmian Kios Pasar Desa Waringin Kencana, Senin (11/05). Kehadiran infrastruktur ekonomi ini diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi kesejahteraan masyarakat desa dan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).


Acara peresmian ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas PMD, Muhammad Mujiburrakhman, S.STP, M.Si, beserta jajaran staf Dinas PMD. Turut hadir mendampingi, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten sekaligus PIC Pengembangan Ekonomi Lokal, Supiani, Camat Wanaraya Arie Deny Wahyudi, S.STP. MAP serta jajaran Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Wanaraya.


Kolaborasi Anggaran Lintas Tahun

Pembangunan kompleks pasar ini merupakan buah dari perencanaan matang yang mengombinasikan berbagai sumber pendanaan secara berkelanjutan. Total 50 unit kios yang diresmikan hari ini berasal dari akumulasi Dana Desa 2025 dan 2026:

  • Dana Desa (DD) 2025: 30 Unit

  • Dana Desa (DD) 2026: 10 Unit

  • Laba Usaha BUMDes: 10 Unit

Integrasi anggaran antara Dana Desa dan modal mandiri BUMDes menunjukkan kemandirian fiskal desa yang mulai tumbuh, di mana desa tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah pusat, tetapi juga mampu mengalokasikan laba usaha untuk pembangunan fisik.


Tata Kelola Mandiri Berbasis BUMDes

Dalam sambutannya, Muhammad Mujiburrakhman memberikan apresiasi atas skema pengelolaan pasar yang diserahkan sepenuhnya kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal ini dinilai sebagai langkah tepat untuk memastikan aset desa dikelola secara profesional dan transparan.

"Aset yang dibangun dengan uang rakyat harus kembali manfaatnya kepada rakyat. Pengelolaan melalui BUMDes adalah kunci agar pasar ini terjaga keberlanjutannya," ujar Kepala Dinas PMD.

Salah satu poin menarik dari kebijakan desa adalah penetapan biaya retribusi yang sangat terjangkau. Para pedagang hanya dikenakan retribusi sebesar Rp10.000 setiap hari pasar. Anggaran tersebut nantinya akan dikelola oleh BUMDes untuk biaya perawatan sarana, kebersihan, dan pengembangan unit usaha lainnya.

Harapan Baru Ekonomi Lokal

Kehadiran 50 unit kios ini tidak hanya memberikan tempat layak bagi pedagang lokal untuk bertransaksi, tetapi juga menciptakan ekosistem pasar yang lebih tertata di Kecamatan Wanaraya. Dengan harga sewa/retribusi yang rendah, diharapkan inflasi di tingkat desa dapat ditekan dan daya beli masyarakat meningkat.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala Dinas PMD dan tamu undangan kemudian di tutup dengan Pembacaan Doa dan Potong Tumpeng serta makan Bersama. Editor : wahidinilmi





Jumat, 08 Mei 2026

Sangat Menjanjikan! BUMDes Adil Sejahtera Desa Kolam Kanan Resmi Tambah Modal Unit Usaha Ayam Petelur.

KOLAM KANAN – Keberhasilan pengelolaan dana desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Adil Sejahtera semakin nyata terlihat. Setelah sukses mencatatkan performa positif di tahun 2025, BUMDes Adil Sejahtera kembali mendapat kepercayaan berupa suntikan modal tambahan dari Pemerintah Desa (Pemdes) untuk memperkuat unit usaha ketahanan pangan, khususnya budidaya ayam petelur.

Kilas Balik Kesuksesan 2025: Sinergi Ayam Petelur dan Lele

Pada tahun 2025, BUMDes Adil Sejahtera mengelola alokasi dana sebesar Rp193.600.000. Dana tersebut difokuskan pada dua sektor strategis ketahanan pangan (Ketpang), yakni:

  1. Budidaya Ayam Petelur: Menyediakan sumber protein hewani bagi warga.

  2. Budidaya Ikan Lele: Mengoptimalkan lahan dan sumber daya air desa.

Hasilnya pun tidak mengecewakan. Di penghujung tahun 2025, kolaborasi unit-unit usaha di bawah naungan BUMDes berhasil menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar kurang lebih 27 jutaan Angka ini menjadi bukti bahwa pengelolaan yang serius dapat menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi kas desa.


Fenomena "Antre Telur": Alasan di Balik Penambahan Modal

Salah satu pemandangan unik yang terjadi di Desa Kolam Kanan sepanjang tahun 2025 adalah panjangnya antrean masyarakat yang ingin membeli telur langsung dari kandang BUMDes. Tingginya minat warga ini disebabkan oleh kualitas telur yang lebih segar dan harga yang kompetitif dibandingkan pasar luar.

Namun, tingginya permintaan tersebut belum sebanding dengan jumlah produksi harian. Banyaknya warga yang tidak kebagian stok menjadi sinyal kuat bahwa unit usaha ini memiliki potensi pasar yang sangat luas namun kekurangan kapasitas produksi.

Suntikan Modal 80 Juta di Tahun 2026

Merespons antusiasme warga dan peluang pasar yang menjanjikan, Pemerintah Desa Kolam Kanan memutuskan untuk menambah modal sebesar Rp80.000.000 pada tahun 2026 ini.

Dana segar tersebut rencananya akan dialokasikan untuk:

  • Penambahan populasi ayam petelur guna meningkatkan kuota produksi harian.

  • Perluasan atau renovasi fasilitas kandang agar lebih optimal dan higienis.

  • Peningkatan sarana pendukung lainnya guna memastikan ketersediaan telur bagi masyarakat tetap stabil.



Komitmen untuk Ketahanan Pangan

Direktur BUMDes Adil Sejahtera menyatakan bahwa penambahan modal ini bukan sekadar mengejar keuntungan, melainkan tanggung jawab moral untuk menjaga ketahanan pangan di tingkat desa.

"Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang harus antre panjang atau kecewa karena kehabisan stok telur. Dengan tambahan modal 80 juta ini, kami optimis produksi akan naik signifikan dan PAD di akhir tahun 2026 nanti bisa lebih besar dari tahun sebelumnya," ujarnya.

Dengan langkah strategis ini, BUMDes Adil Sejahtera diharapkan terus menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri, transparan, dan memberikan manfaat langsung bagi seluruh lapisan masyarakat. Klik Kolam Kanan Editor : wahidinilmi

Sinergi Kader PKK Waringin Kencana dan Ahli Gizi Wanaraya: Langkah Nyata Putus Rantai Stunting


WARINGIN KENCANA – Pemerintah Desa Waringin Kencana terus menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang. Melalui kolaborasi intensif antara Kader PKK Desa Waringin Kencana dengan Tim Ahli Gizi Puskesmas Kecamatan Wanaraya, sebuah kegiatan edukasi dan intervensi gizi terpadu digelar sebagai bagian dari percepatan penanganan stunting.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa ini menyasar para ibu yang memiliki balita, dengan fokus utama pada pemantauan tumbuh kembang serta perbaikan pola makan anak.

Edukasi Gizi: Protein Hewani Sebagai Kunci

Dalam sesi utama, Tim Ahli Gizi dari Kecamatan Wanaraya memaparkan materi krusial mengenai pentingnya asupan protein hewani dalam mencegah kekerdilan (stunting). Ahli gizi menekankan bahwa masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah periode emas yang tidak boleh terlewatkan.

"Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi soal perkembangan otak dan daya tahan tubuh anak. Melalui pemberian protein hewani seperti telur, ikan, atau ayam setiap hari, kita memberikan investasi terbaik untuk masa depan mereka," ujar perwakilan Tim Gizi Wanaraya. Klik >> Kencana News


Rabu, 06 Mei 2026

Akselerasi Digitalisasi Desa: Kecamatan Wanaraya Targetkan Seluruh Desa Miliki Portal Informasi pada Bulan Mei

WANARAYA – Transformasi digital di tingkat desa kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan. Memasuki pekan pertama Mei 2026, jajaran pendamping desa di Kecamatan Wanaraya secara masif menggelar kegiatan pendampingan teknis pembuatan website dan Blogspot resmi bagi seluruh desa di wilayah tersebut.

Langkah strategis ini merupakan respon cepat terhadap target yang ditetapkan oleh PIC Informasi dan Media Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Provinsi. Targetnya ambisius namun terukur: sebelum menutup bulan Mei, seluruh desa di Kecamatan Wanaraya wajib memiliki kanal informasi digital yang aktif dan mandiri.



Bukan Sekadar Domain, Tapi Sarana Literasi

Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pembutatan Blog—seperti pengaturan layout atau pemilihan domain—tetapi juga menyentuh aspek substansial, yakni bimbingan narasi jurnalistik.

Banyak desa memiliki kegiatan yang luar biasa, namun terkadang penyampaian beritanya sulit dicerna oleh masyarakat awam. Dalam sesi bimbingan ini, para operator desa dilatih untuk menyusun narasi yang:

  • Populis: Menggunakan bahasa yang akrab dan mudah dipahami warga.

  • Informatif: Menyajikan data yang akurat mengenai kebijakan desa.

  • Transparan: Sebagai wujud pertanggungjawaban publik atas tata kelola dana desa.

Membangun Kepercayaan Lewat Berita

Ketepatan dalam memilih diksi dan struktur berita menjadi kunci agar informasi mengenai program pembangunan desa tidak menimbulkan salah tafsir. Dengan narasi yang tertata, masyarakat diharapkan dapat lebih proaktif dalam mendukung setiap kebijakan pembangunan yang dicanangkan pemerintah desa.


"Target kami jelas, Mei ini adalah momentum titik balik. Kita ingin portal desa tidak hanya sekadar 'ada', tapi menjadi rujukan utama warga dalam mencari informasi yang valid di tengah arus disinformasi yang kian deras," ujar salah satu pendamping di sela-sela kegiatan.



Menuju Desa Mandiri Informasi


Melalui sinkronisasi antara Blogspot/KIM dan kualitas konten yang mumpuni, Kecamatan Wanaraya optimis dapat memenuhi target dari TPP Provinsi. Ke depan, website desa ini diproyeksikan menjadi embrio pelayanan publik digital yang lebih luas, mulai dari pengurusan administrasi hingga promosi potensi ekonomi lokal (UMKM).

Kini, bola berada di tangan para operator desa. Dengan bimbingan intensif yang terus berjalan, masyarakat Wanaraya bersiap menyambut era baru komunikasi desa yang lebih transparan, akuntabel, dan menginspirasi. (editor:wahidinilmi)

Senin, 04 Mei 2026

Surat Tugas Pendamping Desa: Lebih dari Sekadar Selembar Kertas

Bagi mereka yang berkecimpung di dunia pemberdayaan masyarakat, kata "Surat Tugas" mungkin terdengar seperti formalitas administratif biasa. Namun, bagi seorang Pendamping Desa, surat ini adalah "tiket resmi" sekaligus amanah besar untuk mengawal perubahan di tingkat akar rumput.

Mengapa Surat Tugas (ST) ini begitu krusial dan apa saja yang perlu kita pahami di dalamnya? Mari kita bedah lebih dalam.

Landasan Legalitas dan Kepercayaan

Surat Tugas adalah bukti otentik bahwa kehadiran seorang pendamping di sebuah desa bukanlah tanpa dasar. Secara administratif, ST memberikan legalitas bagi pendamping untuk:

  • Melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa.

  • Menghadiri Musyawarah Desa (Musdes).

  • Mengakses data dan dokumen perencanaan pembangunan desa secara resmi.

Peta Jalan Pemberdayaan

Dalam setiap lembar Surat Tugas, biasanya tertera rincian tugas (job description) yang spesifik. Ini bukan sekadar daftar belanjaan, melainkan peta jalan. Mulai dari pendampingan penyusunan RKP Desa, pengawasan Dana Desa, hingga memastikan program ketahanan pangan berjalan sesuai regulasi

Tantangan di Lapangan

Meski surat sudah di tangan, tantangan sesungguhnya adalah implementasi. Pendamping desa dituntut untuk memiliki kemampuan komunikasi yang luwes. Surat Tugas mungkin membuka pintu kantor desa, tetapi ketulusan dan kompetensi yang akan membuka hati warga desa.

Kesimpulan

Surat Tugas adalah simbol profesionalisme. Bagi desa, kehadiran pendamping yang dilengkapi ST yang jelas adalah jaminan bahwa mereka mendapat bantuan tenaga ahli yang kompeten. Bagi pendamping, ini adalah pengingat bahwa ada tanggung jawab besar untuk membawa desa menuju kemandirian.



Kamis, 30 April 2026

Waringin Kencana : Salurkan BLT-DD Tahap I, Pemdes Waringin Kencana Prioritaskan 12 KPM Ekstrem

 


Waringin Kencana– Pemerintah Desa (Pemdes) Waringin Kencana, Kecamatan Wanaraya, resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk periode triwulan pertama tahun anggaran 2026. Penyaluran yang bersumber dari pencairan Dana Desa Tahap I ini menyasar 12 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem.

Acara penyerahan bantuan berlangsung khidmat di Balai Desa Waringin Kencana pada Rabu (29/04), dihadiri oleh jajaran perangkat desa, Pendamping Desa, serta perwakilan dari pihak Kecamatan Wanaraya.

Transparansi dan Ketepatan Sasaran

Kepala Desa Waringin Kencana menegaskan bahwa penentuan 12 KPM tersebut telah melalui proses verifikasi dan validasi yang ketat dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan bantuan sosial lainnya.

"Kami memastikan bahwa 12 KPM yang menerima bantuan hari ini adalah warga yang memang memenuhi kriteria sesuai regulasi pusat. Untuk triwulan pertama ini, setiap KPM menerima Rp900.000, yang merupakan akumulasi dari bulan Januari, Februari, dan Maret," ujar Kepala Desa dalam sambutannya.

Klik Waringin Kencana

Senin, 20 April 2026

Sinergi Membuahkan Hasil: Wanaraya Jadi Kecamatan Pertama di Batola yang Rampungkan Pemeringkatan BUMDes Tahun 2026

Wanaraya – Semangat kemajuan desa di Kabupaten Barito Kuala (Batola) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini, Kecamatan Wanaraya resmi menjadi kecamatan pertama di Bumi Ije Jela yang berhasil menyelesaikan 100% proses Pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Per tanggal 16 April 2026 hingga menunggu terifikasi di tingkat pusat , disusul oleh Kecamatan Tabukan dan Mekarsari per tanggal 17 April 2026 . Pencapaian ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bukti nyata bahwa tata kelola ekonomi desa di Wanaraya mulai naik kelas menuju kemandirian yang lebih terukur.

Sumber : Data oleh TAPM Kab, PIC BUMDes

Buah dari Kolaborasi Tiga Pilar

Keberhasilan Wanaraya dalam memacu pemeringkatan ini tidak lepas dari rumus "Segitiga Emas" kolaborasi di tingkat akar rumput. Tidak ada pihak yang berjalan sendirian; semua bergerak dalam satu irama yang sama:

 1. Tenaga Pendamping Profesional (TPP): Sebagai garda terdepan, para pendamping desa memberikan kawalan teknis secara intensif. Mulai dari verifikasi dokumen, input data di sistem, hingga memastikan indikator penilaian terpenuhi.

 2. Pemerintah Desa (Pemdes): Dukungan penuh dari para Kepala Desa di Kecamatan Wanaraya menjadi kunci utama. Pemdes berperan memfasilitasi kebutuhan data serta memberikan dukungan moral dan kebijakan bagi pengurus BUMDes.

 3. Pengurus BUMDes:Sebagai aktor utama, kemauan keras dari pengurus BUMDes untuk berbenah dan transparan dalam pelaporan patut diacungi jempol. Mereka proaktif melengkapi berkas legalitas dan laporan keuangan yang menjadi poin krusial dalam pemeringkatan.


Mengapa Pemeringkatan Itu Penting?

Mungkin ada yang bertanya, "Kenapa harus repot-repot melakukan pemeringkatan?" Jawabannya sederhana: Tanpa pemeringkatan yang jelas, BUMDes akan sulit untuk menjalin kemitraan strategis dengan pihak ketiga atau mengakses permodalan yang lebih besar. Melalui proses ini, BUMDes di Wanaraya kini memiliki potret status yang jelas, apakah masuk kategori *Perintis, Pemula, Berkembang, atau Mandiri.

"Keberhasilan Wanaraya ini diharapkan menjadi pematik bagi kecamatan-kecamatan lain di Barito Kuala. Jika koordinasi antara pendamping, desa, dan pengelola BUMDes berjalan harmonis, tidak ada kendala yang tidak bisa diatasi." Ujar Kasi Pemberdayaan Kec. Wanaraya 

Menatap Masa Depan Ekonomi Desa

Dengan selesainya pemeringkatan ini, tugas besar berikutnya adalah meningkatkan kualitas usaha. Status yang didapat menjadi fondasi untuk menyusun strategi bisnis yang lebih matang. Harapannya, BUMDes tidak hanya sekadar papan nama, tetapi benar-benar menjadi mesin penggerak ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).


Selamat untuk Kecamatan Wanaraya! Langkah ini adalah bukti bahwa dengan kolaborasi, membangun desa dari pinggiran bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang terukur.


(wahidinilmi)
#BaritoKuala #Wanaraya #BUMDes #DesaMaju #EkonomiDesa #PendampingDesa #BatolaSatu