Tulisan Berjalan

SELAMAT DATANG DI BLOG RESMI TENAGA PENDAMPING DESA KECAMATAN WANARAYA KAB. BARITO KUALA
Tampilkan postingan dengan label Dana Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dana Desa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2026

Monev Pemanfaatan Dana Desa Tahap I Tahun 2026 di Desa Waringin Kencana

Waringin Kencana . Pada hari ini Selasa 26 Mei 2026, Tim Pendamping Desa Kecamatan Wanaraya bersama Tim Kecamatan dan Camat Wanaraya melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pemanfaatan Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Desa Waringin Kencana, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan desa berjalan sesuai dengan perencanaan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Dalam pelaksanaan monev kali ini, tim melakukan peninjauan langsung terhadap salah satu kegiatan fisik yang telah direalisasikan menggunakan Dana Desa Tahap I Tahun 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Wanaraya beserta jajaran Kecamatan, aparat Desa Waringin Kencana, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), serta Pendamping Desa Kecamatan Wanaraya. Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan desa.


Hasil monitoring menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan fisik telah berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain melakukan pengecekan administrasi dan progres pekerjaan, tim juga memberikan masukan agar kualitas pembangunan tetap terjaga serta mengedepankan asas transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan pendamping desa dapat terus terjalin dengan baik demi mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Wanaraya, khususnya Desa Waringin Kencana. Editor : wahidinilmi

 


Jumat, 22 Mei 2026

Monitoring Ketahanan Pangan: Pendamping Desa Kawal Progres Kolam Bioflok Nila BUMDes Sumber Raya

BABAT RAYA – Dalam rangka memastikan efektivitas dan akuntabilitas pemanfaatan Dana Desa sektor Ketahanan Pangan, Pendamping Desa Babat Raya melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) berkala terhadap unit usaha kolam bioflok budidaya ikan nila yang dikelola oleh BUMDes Sumber Raya.

Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan fisik infrastruktur, kondisi kesehatan komoditas ikan, serta manajemen operasional yang dijalankan oleh pengurus BUMDes.

Optimalisasi Dana Desa untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Program kolam bioflok ini merupakan salah satu program strategis Pemerintah Desa Babat Raya yang dianggarkan melalui alokasi 20% Dana Desa untuk Ketahanan Pangan 2025. Pemilihan teknologi bioflok dinilai sebagai langkah inovatif karena mampu memaksimalkan produktivitas hasil perikanan di lahan yang terbatas, serta lebih hemat penggunaan air dan pakan.

"Kami ingin memastikan bahwa penyertaan modal dari Dana Desa ini benar-benar dikelola secara profesional oleh BUMDes Sumber Raya, sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam jangka panjang, serta kami pribadi pernah juga pengalaman memiliki kolam bioflok nila sehingga dapat sharing bersama pengurus BUMDes" ujar Wahidin Ilmi di sela-sela peninjauan lapangan.

Poin Utama Fokus Monitoring:

  • Kondisi Teknis & Kualitas Air: Pemeriksaan kadar pH, oksigen terlarut (DO), dan flok yang menjadi sumber pakan alami ikan.

  • Perkembangan Biomasa: Pengukuran sampel bobot dan ukuran ikan nila secara berkala untuk mengestimasi waktu panen.

  • Manajemen Risiko: Evaluasi sistem drainase dan antisipasi serangan penyakit endemik pada kolam.

  • Administrasi & Keuangan: Peninjauan buku kas operasional dan pencatatan logbook harian oleh pengurus BUMDes.

Komitmen BUMDes Sumber Raya dalam Kemandirian Ekonomi

Berdasarkan hasil pemantauan, secara keseluruhan progres budidaya ikan nila dengan sistem bioflok ini menunjukkan tren yang sangat positif. Pertumbuhan benih ikan berjalan optimal dengan tingkat mortalitas (kematian) yang relatif rendah dan berada di bawah ambang batas toleransi.

Direktur BUMDes Sumber Raya menyampaikan bahwa unit usaha ini tidak hanya diproyeksikan untuk menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes), tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi warga.

Ketika masa panen tiba, hasil produksi akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat lokal guna menekan angka stunting, sebelum nantinya didistribusikan ke pasar yang lebih luas terutama dapat nanti bekerjasama dengan Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis).

Langkah Strategis Selanjutnya

Kedepannya Desa dan BUMDes Berencana menambah Kolam Ikan Bioflok kembali dengan D3 2 Unit serta Kolam Ikan Papuyu Thailand dengan 3 Kolam.

      "Kami berencana kedepannya akan menambah beberapa kolam lagi menggunakan Dana Ketahanan Pangan di 2026 sehingga cita-cita kami BUMDes Sumber Raya dapat memenuhi kebutuhan Ikan di Desa kami" ujar Abdul Muin Selaku sekretaris Desa Babat Raya di sela-sela kegiatan.

Menutup kegiatan monitoring tersebut, Salah Satu Pendamping Desa memberikan beberapa rekomendasi penting kepada pengurus BUMDes:

  1. Peningkatan Kapasitas SDM: Menjaga konsistensi pemberian pakan dan pengawasan kualitas air secara disiplin 24 jam.

  2. Pemetaan Pasar (Marketing Mapping): Mulai membangun jaringan kemitraan dengan tengkulak, rumah makan, atau pasar modern sejak dini agar harga jual saat panen raya tetap stabil.

  3. Pelaporan Berkala: Menyusun laporan perkembangan usaha secara berkala untuk dilaporkan dalam Musyawarah Desa (Musdes).

Dengan adanya pengawalan ketat dari Pendamping Desa dan kerja keras pengurus BUMDes Sumber Raya, Desa Babat Raya optimis dapat menjadi desa percontohan dalam implementasi program Ketahanan Pangan yang sukses, mandiri, dan berkelanjutan.

Editor : wahidin ilmi

Rabu, 20 Mei 2026

Mengoptimalkan Layanan Dasar: Rakoor Kabupaten Dorong Penerapan 6 Bidang SPM Melalui Posyandu

BARITO KUALA – Pemerintah Kabupaten terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat desa, salah satunya melalui optimalisasi peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Hari ini, Rabu (20/5), telah dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakoor) Tingkat Kabupaten secara virtual melalui platform Zoom dengan mengangkat tema strategis: "Pendayagunaan dan Pemberdayaan Posyandu melalui Penerapan 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM)" yang difasilitasi oleh TPP Barito Kuala.

Antusiasme dan urgensi acara ini terlihat jelas dari jumlah partisipan yang menembus angka lebih dari 240 peserta. Forum strategis ini menyatukan berbagai elemen kunci pembangunan desa, mulai dari Kepala Dinas PMD, Kepala Bidang PMPU Dinas PMD, Tim Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten, Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), Perangkat Desa, hingga para ujung tombak pelayanan kesehatan di desa, yakni para Kader Posyandu.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Bapak Muhammad Mujiburrakhman, S.STP, M.Si. Dalam sambutan pembukanya, beliau menekankan bahwa Posyandu kini tidak lagi sekadar tempat penimbangan balita, melainkan telah bertransformasi menjadi lembaga kemasyarakatan desa yang krusial dalam pemenuhan 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

"Posyandu memiliki posisi tawar yang sangat strategis dalam mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat. Melalui integrasi 6 bidang SPM—yang meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial—kita ingin memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh warga di tingkat desa," ujar Kadis PMD dalam arahannya.

Setelah sesi pembukaan, agenda langsung dilanjutkan dengan pemaparan materi inti yang disampaikan oleh Ibu Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Usaha (PMPU) Dinas PMD. Dalam paparannya, beliau mengupas tuntas teknis pelaksanaan, indikator keberhasilan, serta bagaimana mengintegrasikan perencanaan anggaran desa untuk mendukung operasionalisasi Posyandu yang berbasis SPM.

Diskusi berlangsung dinamis, mengingat peran pendamping (TAPM, PD, dan PLD) bersama Perangkat Desa sangat menentukan dalam mengawal kebijakan ini agar dapat dieksekusi secara nyata di lapangan. Di sisi lain, para Kader Posyandu yang hadir juga mendapatkan penguatan kapasitas mengenai tata cara pelaporan dan pelaksanaan layanan yang lebih terstruktur. 

Pelaksanaan Rakoor virtual ini diharapkan menjadi katalisator perubahan di tingkat akar rumput. Dengan pemahaman yang seragam antara birokrasi kabupaten, tenaga pendamping, pemerintah desa, dan kader teknis, implementasi 6 bidang SPM melalui Posyandu ditargetkan dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran lebih dari 240 peserta aktif ini menjadi bukti kuat adanya sinergi dan semangat yang sama untuk membawa kabupaten menuju tata kelola pemerintahan desa yang lebih maju, mandiri, dan responsif terhadap kebutuhan dasar warga. Editor : wahidinilmi

Senin, 11 Mei 2026

Waringin Kencana News : Wajah Baru Ekonomi Desa: Bapak Mujiburrahman Resmikan Pasar Tradisional Waringin Kencana


MARABAHAN – Semangat gotong royong dan optimisme ekonomi terpancar jelas di Desa Waringin Kencana. Hari ini, secara resmi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Barito Kuala (Marabahan), Bapak Mujiburrahman, meresmikan operasional Pasar Tradisional Desa Waringin Kencana. Klik Kencana News

Sinergi Pemerintah Desa dan BUMDes: 50 Unit Kios Desa Waringin Kencana Resmi Beroperasi

WARINGIN KENCANA, WANARAYA – Sebuah langkah konkret dalam penguatan ekonomi lokal baru saja ditandai dengan peresmian Kios Pasar Desa Waringin Kencana, Senin (11/05). Kehadiran infrastruktur ekonomi ini diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi kesejahteraan masyarakat desa dan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).


Acara peresmian ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas PMD, Muhammad Mujiburrakhman, S.STP, M.Si, beserta jajaran staf Dinas PMD. Turut hadir mendampingi, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten sekaligus PIC Pengembangan Ekonomi Lokal, Supiani, Camat Wanaraya Arie Deny Wahyudi, S.STP. MAP serta jajaran Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Wanaraya.


Kolaborasi Anggaran Lintas Tahun

Pembangunan kompleks pasar ini merupakan buah dari perencanaan matang yang mengombinasikan berbagai sumber pendanaan secara berkelanjutan. Total 50 unit kios yang diresmikan hari ini berasal dari akumulasi Dana Desa 2025 dan 2026:

  • Dana Desa (DD) 2025: 30 Unit

  • Dana Desa (DD) 2026: 10 Unit

  • Laba Usaha BUMDes: 10 Unit

Integrasi anggaran antara Dana Desa dan modal mandiri BUMDes menunjukkan kemandirian fiskal desa yang mulai tumbuh, di mana desa tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah pusat, tetapi juga mampu mengalokasikan laba usaha untuk pembangunan fisik.


Tata Kelola Mandiri Berbasis BUMDes

Dalam sambutannya, Muhammad Mujiburrakhman memberikan apresiasi atas skema pengelolaan pasar yang diserahkan sepenuhnya kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal ini dinilai sebagai langkah tepat untuk memastikan aset desa dikelola secara profesional dan transparan.

"Aset yang dibangun dengan uang rakyat harus kembali manfaatnya kepada rakyat. Pengelolaan melalui BUMDes adalah kunci agar pasar ini terjaga keberlanjutannya," ujar Kepala Dinas PMD.

Salah satu poin menarik dari kebijakan desa adalah penetapan biaya retribusi yang sangat terjangkau. Para pedagang hanya dikenakan retribusi sebesar Rp10.000 setiap hari pasar. Anggaran tersebut nantinya akan dikelola oleh BUMDes untuk biaya perawatan sarana, kebersihan, dan pengembangan unit usaha lainnya.

Harapan Baru Ekonomi Lokal

Kehadiran 50 unit kios ini tidak hanya memberikan tempat layak bagi pedagang lokal untuk bertransaksi, tetapi juga menciptakan ekosistem pasar yang lebih tertata di Kecamatan Wanaraya. Dengan harga sewa/retribusi yang rendah, diharapkan inflasi di tingkat desa dapat ditekan dan daya beli masyarakat meningkat.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala Dinas PMD dan tamu undangan kemudian di tutup dengan Pembacaan Doa dan Potong Tumpeng serta makan Bersama. Editor : wahidinilmi





Jumat, 08 Mei 2026

Sangat Menjanjikan! BUMDes Adil Sejahtera Desa Kolam Kanan Resmi Tambah Modal Unit Usaha Ayam Petelur.

KOLAM KANAN – Keberhasilan pengelolaan dana desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Adil Sejahtera semakin nyata terlihat. Setelah sukses mencatatkan performa positif di tahun 2025, BUMDes Adil Sejahtera kembali mendapat kepercayaan berupa suntikan modal tambahan dari Pemerintah Desa (Pemdes) untuk memperkuat unit usaha ketahanan pangan, khususnya budidaya ayam petelur.

Kilas Balik Kesuksesan 2025: Sinergi Ayam Petelur dan Lele

Pada tahun 2025, BUMDes Adil Sejahtera mengelola alokasi dana sebesar Rp193.600.000. Dana tersebut difokuskan pada dua sektor strategis ketahanan pangan (Ketpang), yakni:

  1. Budidaya Ayam Petelur: Menyediakan sumber protein hewani bagi warga.

  2. Budidaya Ikan Lele: Mengoptimalkan lahan dan sumber daya air desa.

Hasilnya pun tidak mengecewakan. Di penghujung tahun 2025, kolaborasi unit-unit usaha di bawah naungan BUMDes berhasil menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar kurang lebih 27 jutaan Angka ini menjadi bukti bahwa pengelolaan yang serius dapat menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi kas desa.


Fenomena "Antre Telur": Alasan di Balik Penambahan Modal

Salah satu pemandangan unik yang terjadi di Desa Kolam Kanan sepanjang tahun 2025 adalah panjangnya antrean masyarakat yang ingin membeli telur langsung dari kandang BUMDes. Tingginya minat warga ini disebabkan oleh kualitas telur yang lebih segar dan harga yang kompetitif dibandingkan pasar luar.

Namun, tingginya permintaan tersebut belum sebanding dengan jumlah produksi harian. Banyaknya warga yang tidak kebagian stok menjadi sinyal kuat bahwa unit usaha ini memiliki potensi pasar yang sangat luas namun kekurangan kapasitas produksi.

Suntikan Modal 80 Juta di Tahun 2026

Merespons antusiasme warga dan peluang pasar yang menjanjikan, Pemerintah Desa Kolam Kanan memutuskan untuk menambah modal sebesar Rp80.000.000 pada tahun 2026 ini.

Dana segar tersebut rencananya akan dialokasikan untuk:

  • Penambahan populasi ayam petelur guna meningkatkan kuota produksi harian.

  • Perluasan atau renovasi fasilitas kandang agar lebih optimal dan higienis.

  • Peningkatan sarana pendukung lainnya guna memastikan ketersediaan telur bagi masyarakat tetap stabil.



Komitmen untuk Ketahanan Pangan

Direktur BUMDes Adil Sejahtera menyatakan bahwa penambahan modal ini bukan sekadar mengejar keuntungan, melainkan tanggung jawab moral untuk menjaga ketahanan pangan di tingkat desa.

"Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang harus antre panjang atau kecewa karena kehabisan stok telur. Dengan tambahan modal 80 juta ini, kami optimis produksi akan naik signifikan dan PAD di akhir tahun 2026 nanti bisa lebih besar dari tahun sebelumnya," ujarnya.

Dengan langkah strategis ini, BUMDes Adil Sejahtera diharapkan terus menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri, transparan, dan memberikan manfaat langsung bagi seluruh lapisan masyarakat. Klik Kolam Kanan Editor : wahidinilmi

Sinergi Kader PKK Waringin Kencana dan Ahli Gizi Wanaraya: Langkah Nyata Putus Rantai Stunting


WARINGIN KENCANA – Pemerintah Desa Waringin Kencana terus menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang. Melalui kolaborasi intensif antara Kader PKK Desa Waringin Kencana dengan Tim Ahli Gizi Puskesmas Kecamatan Wanaraya, sebuah kegiatan edukasi dan intervensi gizi terpadu digelar sebagai bagian dari percepatan penanganan stunting.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa ini menyasar para ibu yang memiliki balita, dengan fokus utama pada pemantauan tumbuh kembang serta perbaikan pola makan anak.

Edukasi Gizi: Protein Hewani Sebagai Kunci

Dalam sesi utama, Tim Ahli Gizi dari Kecamatan Wanaraya memaparkan materi krusial mengenai pentingnya asupan protein hewani dalam mencegah kekerdilan (stunting). Ahli gizi menekankan bahwa masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah periode emas yang tidak boleh terlewatkan.

"Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi soal perkembangan otak dan daya tahan tubuh anak. Melalui pemberian protein hewani seperti telur, ikan, atau ayam setiap hari, kita memberikan investasi terbaik untuk masa depan mereka," ujar perwakilan Tim Gizi Wanaraya. Klik >> Kencana News


Kamis, 30 April 2026

Waringin Kencana : Salurkan BLT-DD Tahap I, Pemdes Waringin Kencana Prioritaskan 12 KPM Ekstrem

 


Waringin Kencana– Pemerintah Desa (Pemdes) Waringin Kencana, Kecamatan Wanaraya, resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk periode triwulan pertama tahun anggaran 2026. Penyaluran yang bersumber dari pencairan Dana Desa Tahap I ini menyasar 12 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem.

Acara penyerahan bantuan berlangsung khidmat di Balai Desa Waringin Kencana pada Rabu (29/04), dihadiri oleh jajaran perangkat desa, Pendamping Desa, serta perwakilan dari pihak Kecamatan Wanaraya.

Transparansi dan Ketepatan Sasaran

Kepala Desa Waringin Kencana menegaskan bahwa penentuan 12 KPM tersebut telah melalui proses verifikasi dan validasi yang ketat dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan bantuan sosial lainnya.

"Kami memastikan bahwa 12 KPM yang menerima bantuan hari ini adalah warga yang memang memenuhi kriteria sesuai regulasi pusat. Untuk triwulan pertama ini, setiap KPM menerima Rp900.000, yang merupakan akumulasi dari bulan Januari, Februari, dan Maret," ujar Kepala Desa dalam sambutannya.

Klik Waringin Kencana

Jumat, 13 Maret 2026

Waringin Kencana Berbagi Berkah: Laba BUMDes Tembus 100 Juta, Apresiasi Mengalir untuk Lembaga Desa


WARINGIN KENCANA – Menjelang hari raya Idul Fitri, Pemerintah Desa Waringin Kencana bersama pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menyelenggarakan kegiatan penyerahan bingkisan Lebaran secara serentak. Kegiatan ini merupakan bentuk syukur atas capaian gemilang sektor ekonomi desa yang menunjukkan tren positif sepanjang tahun anggaran 2025.

Pemberian parcel ini ditujukan kepada seluruh elemen yang menjadi pilar pembangunan desa, mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), jajaran RT dan RW, penggerak PKK, para Kader Desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, hingga Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD).

Keberhasilan Kolektif: Laba BUMDes Lampaui Target

Momentum berbagi ini didasari oleh performa finansial BUMDes Waringin Kencana yang sangat sehat. Berdasarkan laporan pertanggungjawaban akhir tahun 2025, unit usaha desa berhasil membukukan laba bersih sebesar 105 JutaanDari total laba tersebut, BUMDes secara resmi telah menyetorkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar 42 Jutaan ke dalam struktur APBDes. Angka ini merupakan kontribusi nyata dalam memperkuat kemandirian fiskal desa untuk membiayai program pembangunan di masa mendatang.


Apresiasi untuk Sinergi Lembaga Desa

Kepala Desa Waringin Kencana dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembagian bingkisan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk pengakuan atas kerja keras seluruh lembaga desa dalam mendukung program-program BUMDes.

"Keberhasilan BUMDes mencetak laba di atas seratus juta rupiah adalah hasil sinergi. Tanpa dukungan keamanan dari RT/RW, semangat kader, pengawasan BPD, serta kawalan dari para pendamping desa, capaian ini sulit terwujud. PAD sebesar 42 juta ini akan kami kembalikan untuk kepentingan masyarakat," ungkap beliau.

Menuju Desa Mandiri

Para Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa yang hadir memberikan apresiasi tinggi atas transparansi dan tata kelola unit usaha di Waringin Kencana. Keberhasilan ini menempatkan Waringin Kencana sebagai salah satu desa dengan tata kelola BUMDes yang inspiratif di wilayahnya.

Acara penyerahan parcel berlangsung dengan suasana kekeluargaan yang erat, ditutup dengan doa bersama untuk keberlanjutan unit usaha desa agar semakin berkembang di tahun-tahun berikutnya.

(ElmySangDebu_Koorcam)




 

BUMDes Maju Bersama Desa Sidomulyo Salurkan Bingkisan Idul Fitri


SIDOMULYO – Pemerintah Desa Sidomulyo bersama pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sinergi pendampingan desa. Hari ini, dilaksanakan kegiatan penyerahan bingkisan Idul Fitri secara simbolis kepada Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mengawal pembangunan desa.

Pemberian apresiasi ini merupakan cerminan dari keberhasilan kolektif dalam mengelola potensi lokal. Desa Sidomulyo mencatatkan prestasi gemilang di tahun anggaran 2026 melalui optimalisasi aset desa dan diversifikasi unit usaha BUMDes yang produktif.

Lima Pilar Usaha Desa Hasilkan PAD 68 Juta

Keberhasilan Sidomulyo menembus angka Kurang Lebih 68 Juta untuk Pendapatan Asli Desa (PAD) yang masuk ke APBDes 2026 didorong oleh lima unit usaha utama yang dikelola secara profesional, yaitu:

1. Pasar Desa: Menjadi pusat ekonomi warga yang konsisten menyumbang retribusi dan sewa lapak.

2. Perkebunan Kelapa Sawit Desa: Optimalisasi lahan desa melalui komoditas sawit yang kini telah memberikan hasil panen rutin.

3. Layanan BRI Link: Memudahkan akses transaksi perbankan bagi masyarakat desa sekaligus menghasilkan profit dari jasa layanan keuangan.

4. Unit Pertamini: Menjamin ketersediaan bahan bakar bagi warga dengan harga kompetitif dan tata kelola yang transparan.

5. Ketahanan Pangan (Ayam Petelur): Program ketahanan pangan yang terintegrasi, memasok kebutuhan protein warga sekaligus menjadi sumber pendapatan baru bagi desa.




 

Apresiasi untuk Para Pendamping

Kepala Desa Sidomulyo menyampaikan bahwa peran Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa sangat krusial dalam memberikan arahan teknis serta supervisi administrasi. "Keberhasilan lima unit usaha ini hingga mampu menyumbang PAD puluhan juta rupiah tidak lepas dari kawalan rekan-rekan pendamping. Penyerahan parcel ini adalah bentuk syukur dan terima kasih kami atas kemitraan yang produktif ini," ungkapnya.

Dengan struktur APBDes yang semakin kuat berkat kontribusi internal, Desa Sidomulyo optimis dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan program pemberdayaan masyarakat tanpa hanya bergantung pada dana transfer pusat.

Acara penyerahan yang berlangsung hangat ini ditutup dengan diskusi mengenai rencana ekspansi unit usaha, termasuk peningkatan kapasitas produksi pada sektor ketahanan pangan untuk semester berikutnya.

Rabu, 19 November 2025

Inspektorat Barito Kuala Perkuat Pengawasan APBDesa Melalui Pelatihan Aparatur Kecamatan, dan TPP

        Banjarmasin (18/11/2025). Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) melalui Inspektorat Daerah dan bekerjasama dengan Dinas PMD terus memperkuat kapasitas aparaturnya dalam pengelolaan dan pengawasan keuangan desa. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Penyusunan Monitoring dan Evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Tahun Anggaran 2025. Acara  ini diselenggarakan untuk memastikan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban APBDesa berjalan sesuai dengan regulasi, serta mencapai tujuan pembangunan desa yang efektif dan transparan. Kegiatan ini menyasar para pemangku kepentingan utama di tingkat kecamatan, yaitu Camat, Sekretaris Camat (Sekcam), Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat (Kasi PM) Kecamatan, Perwakilan Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa.


        Pelatihan yang dihadiri oleh pejabat tinggi daerah, termasuk perwakilan dari jajaran pimpinan daerah Kabupaten Barito Kuala, menekankan pentingnya peran pengawasan yang berjenjang, di mana kecamatan memiliki tugas vital sebagai lini pertama pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintah desa.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini meliputi:
Pembinaan dan Pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (Inspektur Barito Kuala)
Peran Kecamatan dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (Plt. Kadis PMD)
Pengadaan Barang dan Jasa di Desa, Monev Pekerjaan Fisik di Desa, Administrasi Pengelolaan Keuangan Desa (TA. P3MD)
      Para peserta, khususnya Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa, diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam mendampingi perangkat desa untuk melaksanakan administrasi yang tertib, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan teknis yang diperoleh, tim di kecamatan dan pendamping desa akan lebih siap dalam memberikan bimbingan serta melakukan verifikasi lapangan.




      Kegiatan ini juga selaras dengan upaya Inspektorat Barito Kuala yang secara rutin melaksanakan kegiatan pengawasan, seperti Entry Briefing Reviu Belanja Desa Tahun Anggaran 2025, yang bertujuan untuk memperkuat pengawasan keuangan desa di seluruh wilayah kecamatan.

    Diharapkan, dengan adanya penguatan ini, Aparatur Pemerintah Desa di Barito Kuala dapat menjalankan tugasnya dengan lebih profesional, berhati-hati, dan menjunjung tinggi prinsip transparansi dalam penggunaan dana publik, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa. (wahidinilmi_korcam)

Kamis, 13 November 2025

Monev Dana Desa TA 2025 Desa Kolam Kanan Kec. Wanaraya

        Kolam Kanan, Sesuai dengan Lampiran Keputusan Menteri Desa PDT Nomor 294 Bab II Tugas Pendamping Desa yaitu : Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Perdes tentang APB Desa, maka Tim Kecamatan dan Tim Pendamping Desa (PD dan PLD) melakukan monitoring kegiatan fisik dari Dana Desa Tahun 2025 di Desa Kolam Kanan Kecamatan Wanaraya. Kegiatan ini bertujuan untuk monitoring kegiatan berupa pembangunan desa melalui Dana Desa TA 2025 berjalan dan sesuai spesifikasi yang di rencanakan, dalam kesempatan ini turut juga hadir Camat Wanaraya Ari Deny Wahyudi, S.STP. M.AP.

Pengurugan Halaman TK

      Adapun kegiatan pembangunan fisik dari Dana Desa TA 2025 di Desa Kolam Kanan Kec. Wanaraya yaitu : Gedung PAUD Tahap ke 2, Pengurugan Halaman TK, Pengadaan Ambulance Desa dan Garasi, Pengurugan Halaman Posyandu, Pembangunan Sumur Bor, Pembangunan Penampungan Air Bersih, Pembangunan Tempat Sampah. Sekaligus Monitoring Kegiatan Ketahanan Pangan dari Dana Desa berupa usaha Ayam Petelor dan Budidaya Ikan Lele.
        

Sumur Bor

    Kegiatan Pembangunan ini di harapkan Pelayanan Sosial Dasar di Desa Kolam Kanan semakin terpenuhi dan dapat meningkatkan taraf kesejahteraan warga desa Kolam Kanan. (wahidinilmi_korcam)