Tulisan Berjalan

SELAMAT DATANG DI BLOG RESMI TENAGA PENDAMPING DESA KECAMATAN WANARAYA KAB. BARITO KUALA
Tampilkan postingan dengan label Bumdes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bumdes. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Mei 2026

Monitoring Ketahanan Pangan: Pendamping Desa Kawal Progres Kolam Bioflok Nila BUMDes Sumber Raya

BABAT RAYA – Dalam rangka memastikan efektivitas dan akuntabilitas pemanfaatan Dana Desa sektor Ketahanan Pangan, Pendamping Desa Babat Raya melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) berkala terhadap unit usaha kolam bioflok budidaya ikan nila yang dikelola oleh BUMDes Sumber Raya.

Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan fisik infrastruktur, kondisi kesehatan komoditas ikan, serta manajemen operasional yang dijalankan oleh pengurus BUMDes.

Optimalisasi Dana Desa untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Program kolam bioflok ini merupakan salah satu program strategis Pemerintah Desa Babat Raya yang dianggarkan melalui alokasi 20% Dana Desa untuk Ketahanan Pangan 2025. Pemilihan teknologi bioflok dinilai sebagai langkah inovatif karena mampu memaksimalkan produktivitas hasil perikanan di lahan yang terbatas, serta lebih hemat penggunaan air dan pakan.

"Kami ingin memastikan bahwa penyertaan modal dari Dana Desa ini benar-benar dikelola secara profesional oleh BUMDes Sumber Raya, sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam jangka panjang, serta kami pribadi pernah juga pengalaman memiliki kolam bioflok nila sehingga dapat sharing bersama pengurus BUMDes" ujar Wahidin Ilmi di sela-sela peninjauan lapangan.

Poin Utama Fokus Monitoring:

  • Kondisi Teknis & Kualitas Air: Pemeriksaan kadar pH, oksigen terlarut (DO), dan flok yang menjadi sumber pakan alami ikan.

  • Perkembangan Biomasa: Pengukuran sampel bobot dan ukuran ikan nila secara berkala untuk mengestimasi waktu panen.

  • Manajemen Risiko: Evaluasi sistem drainase dan antisipasi serangan penyakit endemik pada kolam.

  • Administrasi & Keuangan: Peninjauan buku kas operasional dan pencatatan logbook harian oleh pengurus BUMDes.

Komitmen BUMDes Sumber Raya dalam Kemandirian Ekonomi

Berdasarkan hasil pemantauan, secara keseluruhan progres budidaya ikan nila dengan sistem bioflok ini menunjukkan tren yang sangat positif. Pertumbuhan benih ikan berjalan optimal dengan tingkat mortalitas (kematian) yang relatif rendah dan berada di bawah ambang batas toleransi.

Direktur BUMDes Sumber Raya menyampaikan bahwa unit usaha ini tidak hanya diproyeksikan untuk menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes), tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi warga.

Ketika masa panen tiba, hasil produksi akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat lokal guna menekan angka stunting, sebelum nantinya didistribusikan ke pasar yang lebih luas terutama dapat nanti bekerjasama dengan Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis).

Langkah Strategis Selanjutnya

Kedepannya Desa dan BUMDes Berencana menambah Kolam Ikan Bioflok kembali dengan D3 2 Unit serta Kolam Ikan Papuyu Thailand dengan 3 Kolam.

      "Kami berencana kedepannya akan menambah beberapa kolam lagi menggunakan Dana Ketahanan Pangan di 2026 sehingga cita-cita kami BUMDes Sumber Raya dapat memenuhi kebutuhan Ikan di Desa kami" ujar Abdul Muin Selaku sekretaris Desa Babat Raya di sela-sela kegiatan.

Menutup kegiatan monitoring tersebut, Salah Satu Pendamping Desa memberikan beberapa rekomendasi penting kepada pengurus BUMDes:

  1. Peningkatan Kapasitas SDM: Menjaga konsistensi pemberian pakan dan pengawasan kualitas air secara disiplin 24 jam.

  2. Pemetaan Pasar (Marketing Mapping): Mulai membangun jaringan kemitraan dengan tengkulak, rumah makan, atau pasar modern sejak dini agar harga jual saat panen raya tetap stabil.

  3. Pelaporan Berkala: Menyusun laporan perkembangan usaha secara berkala untuk dilaporkan dalam Musyawarah Desa (Musdes).

Dengan adanya pengawalan ketat dari Pendamping Desa dan kerja keras pengurus BUMDes Sumber Raya, Desa Babat Raya optimis dapat menjadi desa percontohan dalam implementasi program Ketahanan Pangan yang sukses, mandiri, dan berkelanjutan.

Editor : wahidin ilmi

Senin, 11 Mei 2026

Sinergi Pemerintah Desa dan BUMDes: 50 Unit Kios Desa Waringin Kencana Resmi Beroperasi

WARINGIN KENCANA, WANARAYA – Sebuah langkah konkret dalam penguatan ekonomi lokal baru saja ditandai dengan peresmian Kios Pasar Desa Waringin Kencana, Senin (11/05). Kehadiran infrastruktur ekonomi ini diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi kesejahteraan masyarakat desa dan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).


Acara peresmian ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas PMD, Muhammad Mujiburrakhman, S.STP, M.Si, beserta jajaran staf Dinas PMD. Turut hadir mendampingi, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten sekaligus PIC Pengembangan Ekonomi Lokal, Supiani, Camat Wanaraya Arie Deny Wahyudi, S.STP. MAP serta jajaran Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Wanaraya.


Kolaborasi Anggaran Lintas Tahun

Pembangunan kompleks pasar ini merupakan buah dari perencanaan matang yang mengombinasikan berbagai sumber pendanaan secara berkelanjutan. Total 50 unit kios yang diresmikan hari ini berasal dari akumulasi Dana Desa 2025 dan 2026:

  • Dana Desa (DD) 2025: 30 Unit

  • Dana Desa (DD) 2026: 10 Unit

  • Laba Usaha BUMDes: 10 Unit

Integrasi anggaran antara Dana Desa dan modal mandiri BUMDes menunjukkan kemandirian fiskal desa yang mulai tumbuh, di mana desa tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah pusat, tetapi juga mampu mengalokasikan laba usaha untuk pembangunan fisik.


Tata Kelola Mandiri Berbasis BUMDes

Dalam sambutannya, Muhammad Mujiburrakhman memberikan apresiasi atas skema pengelolaan pasar yang diserahkan sepenuhnya kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal ini dinilai sebagai langkah tepat untuk memastikan aset desa dikelola secara profesional dan transparan.

"Aset yang dibangun dengan uang rakyat harus kembali manfaatnya kepada rakyat. Pengelolaan melalui BUMDes adalah kunci agar pasar ini terjaga keberlanjutannya," ujar Kepala Dinas PMD.

Salah satu poin menarik dari kebijakan desa adalah penetapan biaya retribusi yang sangat terjangkau. Para pedagang hanya dikenakan retribusi sebesar Rp10.000 setiap hari pasar. Anggaran tersebut nantinya akan dikelola oleh BUMDes untuk biaya perawatan sarana, kebersihan, dan pengembangan unit usaha lainnya.

Harapan Baru Ekonomi Lokal

Kehadiran 50 unit kios ini tidak hanya memberikan tempat layak bagi pedagang lokal untuk bertransaksi, tetapi juga menciptakan ekosistem pasar yang lebih tertata di Kecamatan Wanaraya. Dengan harga sewa/retribusi yang rendah, diharapkan inflasi di tingkat desa dapat ditekan dan daya beli masyarakat meningkat.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala Dinas PMD dan tamu undangan kemudian di tutup dengan Pembacaan Doa dan Potong Tumpeng serta makan Bersama. Editor : wahidinilmi





Jumat, 08 Mei 2026

Sangat Menjanjikan! BUMDes Adil Sejahtera Desa Kolam Kanan Resmi Tambah Modal Unit Usaha Ayam Petelur.

KOLAM KANAN – Keberhasilan pengelolaan dana desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Adil Sejahtera semakin nyata terlihat. Setelah sukses mencatatkan performa positif di tahun 2025, BUMDes Adil Sejahtera kembali mendapat kepercayaan berupa suntikan modal tambahan dari Pemerintah Desa (Pemdes) untuk memperkuat unit usaha ketahanan pangan, khususnya budidaya ayam petelur.

Kilas Balik Kesuksesan 2025: Sinergi Ayam Petelur dan Lele

Pada tahun 2025, BUMDes Adil Sejahtera mengelola alokasi dana sebesar Rp193.600.000. Dana tersebut difokuskan pada dua sektor strategis ketahanan pangan (Ketpang), yakni:

  1. Budidaya Ayam Petelur: Menyediakan sumber protein hewani bagi warga.

  2. Budidaya Ikan Lele: Mengoptimalkan lahan dan sumber daya air desa.

Hasilnya pun tidak mengecewakan. Di penghujung tahun 2025, kolaborasi unit-unit usaha di bawah naungan BUMDes berhasil menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar kurang lebih 27 jutaan Angka ini menjadi bukti bahwa pengelolaan yang serius dapat menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi kas desa.


Fenomena "Antre Telur": Alasan di Balik Penambahan Modal

Salah satu pemandangan unik yang terjadi di Desa Kolam Kanan sepanjang tahun 2025 adalah panjangnya antrean masyarakat yang ingin membeli telur langsung dari kandang BUMDes. Tingginya minat warga ini disebabkan oleh kualitas telur yang lebih segar dan harga yang kompetitif dibandingkan pasar luar.

Namun, tingginya permintaan tersebut belum sebanding dengan jumlah produksi harian. Banyaknya warga yang tidak kebagian stok menjadi sinyal kuat bahwa unit usaha ini memiliki potensi pasar yang sangat luas namun kekurangan kapasitas produksi.

Suntikan Modal 80 Juta di Tahun 2026

Merespons antusiasme warga dan peluang pasar yang menjanjikan, Pemerintah Desa Kolam Kanan memutuskan untuk menambah modal sebesar Rp80.000.000 pada tahun 2026 ini.

Dana segar tersebut rencananya akan dialokasikan untuk:

  • Penambahan populasi ayam petelur guna meningkatkan kuota produksi harian.

  • Perluasan atau renovasi fasilitas kandang agar lebih optimal dan higienis.

  • Peningkatan sarana pendukung lainnya guna memastikan ketersediaan telur bagi masyarakat tetap stabil.



Komitmen untuk Ketahanan Pangan

Direktur BUMDes Adil Sejahtera menyatakan bahwa penambahan modal ini bukan sekadar mengejar keuntungan, melainkan tanggung jawab moral untuk menjaga ketahanan pangan di tingkat desa.

"Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang harus antre panjang atau kecewa karena kehabisan stok telur. Dengan tambahan modal 80 juta ini, kami optimis produksi akan naik signifikan dan PAD di akhir tahun 2026 nanti bisa lebih besar dari tahun sebelumnya," ujarnya.

Dengan langkah strategis ini, BUMDes Adil Sejahtera diharapkan terus menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri, transparan, dan memberikan manfaat langsung bagi seluruh lapisan masyarakat. Klik Kolam Kanan Editor : wahidinilmi

Senin, 20 April 2026

Sinergi Membuahkan Hasil: Wanaraya Jadi Kecamatan Pertama di Batola yang Rampungkan Pemeringkatan BUMDes Tahun 2026

Wanaraya – Semangat kemajuan desa di Kabupaten Barito Kuala (Batola) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini, Kecamatan Wanaraya resmi menjadi kecamatan pertama di Bumi Ije Jela yang berhasil menyelesaikan 100% proses Pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Per tanggal 16 April 2026 hingga menunggu terifikasi di tingkat pusat , disusul oleh Kecamatan Tabukan dan Mekarsari per tanggal 17 April 2026 . Pencapaian ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bukti nyata bahwa tata kelola ekonomi desa di Wanaraya mulai naik kelas menuju kemandirian yang lebih terukur.

Sumber : Data oleh TAPM Kab, PIC BUMDes

Buah dari Kolaborasi Tiga Pilar

Keberhasilan Wanaraya dalam memacu pemeringkatan ini tidak lepas dari rumus "Segitiga Emas" kolaborasi di tingkat akar rumput. Tidak ada pihak yang berjalan sendirian; semua bergerak dalam satu irama yang sama:

 1. Tenaga Pendamping Profesional (TPP): Sebagai garda terdepan, para pendamping desa memberikan kawalan teknis secara intensif. Mulai dari verifikasi dokumen, input data di sistem, hingga memastikan indikator penilaian terpenuhi.

 2. Pemerintah Desa (Pemdes): Dukungan penuh dari para Kepala Desa di Kecamatan Wanaraya menjadi kunci utama. Pemdes berperan memfasilitasi kebutuhan data serta memberikan dukungan moral dan kebijakan bagi pengurus BUMDes.

 3. Pengurus BUMDes:Sebagai aktor utama, kemauan keras dari pengurus BUMDes untuk berbenah dan transparan dalam pelaporan patut diacungi jempol. Mereka proaktif melengkapi berkas legalitas dan laporan keuangan yang menjadi poin krusial dalam pemeringkatan.


Mengapa Pemeringkatan Itu Penting?

Mungkin ada yang bertanya, "Kenapa harus repot-repot melakukan pemeringkatan?" Jawabannya sederhana: Tanpa pemeringkatan yang jelas, BUMDes akan sulit untuk menjalin kemitraan strategis dengan pihak ketiga atau mengakses permodalan yang lebih besar. Melalui proses ini, BUMDes di Wanaraya kini memiliki potret status yang jelas, apakah masuk kategori *Perintis, Pemula, Berkembang, atau Mandiri.

"Keberhasilan Wanaraya ini diharapkan menjadi pematik bagi kecamatan-kecamatan lain di Barito Kuala. Jika koordinasi antara pendamping, desa, dan pengelola BUMDes berjalan harmonis, tidak ada kendala yang tidak bisa diatasi." Ujar Kasi Pemberdayaan Kec. Wanaraya 

Menatap Masa Depan Ekonomi Desa

Dengan selesainya pemeringkatan ini, tugas besar berikutnya adalah meningkatkan kualitas usaha. Status yang didapat menjadi fondasi untuk menyusun strategi bisnis yang lebih matang. Harapannya, BUMDes tidak hanya sekadar papan nama, tetapi benar-benar menjadi mesin penggerak ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).


Selamat untuk Kecamatan Wanaraya! Langkah ini adalah bukti bahwa dengan kolaborasi, membangun desa dari pinggiran bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang terukur.


(wahidinilmi)
#BaritoKuala #Wanaraya #BUMDes #DesaMaju #EkonomiDesa #PendampingDesa #BatolaSatu


Jumat, 13 Maret 2026

Waringin Kencana Berbagi Berkah: Laba BUMDes Tembus 100 Juta, Apresiasi Mengalir untuk Lembaga Desa


WARINGIN KENCANA – Menjelang hari raya Idul Fitri, Pemerintah Desa Waringin Kencana bersama pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menyelenggarakan kegiatan penyerahan bingkisan Lebaran secara serentak. Kegiatan ini merupakan bentuk syukur atas capaian gemilang sektor ekonomi desa yang menunjukkan tren positif sepanjang tahun anggaran 2025.

Pemberian parcel ini ditujukan kepada seluruh elemen yang menjadi pilar pembangunan desa, mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), jajaran RT dan RW, penggerak PKK, para Kader Desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, hingga Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD).

Keberhasilan Kolektif: Laba BUMDes Lampaui Target

Momentum berbagi ini didasari oleh performa finansial BUMDes Waringin Kencana yang sangat sehat. Berdasarkan laporan pertanggungjawaban akhir tahun 2025, unit usaha desa berhasil membukukan laba bersih sebesar 105 JutaanDari total laba tersebut, BUMDes secara resmi telah menyetorkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar 42 Jutaan ke dalam struktur APBDes. Angka ini merupakan kontribusi nyata dalam memperkuat kemandirian fiskal desa untuk membiayai program pembangunan di masa mendatang.


Apresiasi untuk Sinergi Lembaga Desa

Kepala Desa Waringin Kencana dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembagian bingkisan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk pengakuan atas kerja keras seluruh lembaga desa dalam mendukung program-program BUMDes.

"Keberhasilan BUMDes mencetak laba di atas seratus juta rupiah adalah hasil sinergi. Tanpa dukungan keamanan dari RT/RW, semangat kader, pengawasan BPD, serta kawalan dari para pendamping desa, capaian ini sulit terwujud. PAD sebesar 42 juta ini akan kami kembalikan untuk kepentingan masyarakat," ungkap beliau.

Menuju Desa Mandiri

Para Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa yang hadir memberikan apresiasi tinggi atas transparansi dan tata kelola unit usaha di Waringin Kencana. Keberhasilan ini menempatkan Waringin Kencana sebagai salah satu desa dengan tata kelola BUMDes yang inspiratif di wilayahnya.

Acara penyerahan parcel berlangsung dengan suasana kekeluargaan yang erat, ditutup dengan doa bersama untuk keberlanjutan unit usaha desa agar semakin berkembang di tahun-tahun berikutnya.

(ElmySangDebu_Koorcam)




 

BUMDes Maju Bersama Desa Sidomulyo Salurkan Bingkisan Idul Fitri


SIDOMULYO – Pemerintah Desa Sidomulyo bersama pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sinergi pendampingan desa. Hari ini, dilaksanakan kegiatan penyerahan bingkisan Idul Fitri secara simbolis kepada Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mengawal pembangunan desa.

Pemberian apresiasi ini merupakan cerminan dari keberhasilan kolektif dalam mengelola potensi lokal. Desa Sidomulyo mencatatkan prestasi gemilang di tahun anggaran 2026 melalui optimalisasi aset desa dan diversifikasi unit usaha BUMDes yang produktif.

Lima Pilar Usaha Desa Hasilkan PAD 68 Juta

Keberhasilan Sidomulyo menembus angka Kurang Lebih 68 Juta untuk Pendapatan Asli Desa (PAD) yang masuk ke APBDes 2026 didorong oleh lima unit usaha utama yang dikelola secara profesional, yaitu:

1. Pasar Desa: Menjadi pusat ekonomi warga yang konsisten menyumbang retribusi dan sewa lapak.

2. Perkebunan Kelapa Sawit Desa: Optimalisasi lahan desa melalui komoditas sawit yang kini telah memberikan hasil panen rutin.

3. Layanan BRI Link: Memudahkan akses transaksi perbankan bagi masyarakat desa sekaligus menghasilkan profit dari jasa layanan keuangan.

4. Unit Pertamini: Menjamin ketersediaan bahan bakar bagi warga dengan harga kompetitif dan tata kelola yang transparan.

5. Ketahanan Pangan (Ayam Petelur): Program ketahanan pangan yang terintegrasi, memasok kebutuhan protein warga sekaligus menjadi sumber pendapatan baru bagi desa.




 

Apresiasi untuk Para Pendamping

Kepala Desa Sidomulyo menyampaikan bahwa peran Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa sangat krusial dalam memberikan arahan teknis serta supervisi administrasi. "Keberhasilan lima unit usaha ini hingga mampu menyumbang PAD puluhan juta rupiah tidak lepas dari kawalan rekan-rekan pendamping. Penyerahan parcel ini adalah bentuk syukur dan terima kasih kami atas kemitraan yang produktif ini," ungkapnya.

Dengan struktur APBDes yang semakin kuat berkat kontribusi internal, Desa Sidomulyo optimis dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan program pemberdayaan masyarakat tanpa hanya bergantung pada dana transfer pusat.

Acara penyerahan yang berlangsung hangat ini ditutup dengan diskusi mengenai rencana ekspansi unit usaha, termasuk peningkatan kapasitas produksi pada sektor ketahanan pangan untuk semester berikutnya.

Senin, 10 November 2025

BUMDes Desa Sungai Jingah Besar Kec. Tabunganen Pelajari Sukses Peternakan Ayam Petelur BUMDes Adil Sejahtera Desa Kolam Kanan Kec. Wanaraya

 


    Kolam Kanan, Sejak munculnya Keputusan Menteri Desa PDT No 3 tahun 2025 tentang Panduan Penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan dalam Mendukung Swasembada Pangan, maka BUMDes Adil Sejahtera Desa Kolam Kanan Kecamatan Wanaraya berinisiatif untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur dan kolam ikan lele. bermodalkan 20% minimal dari Dana Desa maka di laksanakanlah kegiatan tersebut, BUMDes Desa Kolam Kanan merupakan BUMDes pertama di Kecamatan Wanaraya yang melaksankan kegiatan ketahanan pangan berupa ayam petelur.

    Sebuah langkah proaktif dalam upaya penguatan ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi desa telah dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sungai Jingah Besar, Kecamatan Tabunganen. Pada kunjungan yang berlangsung tanggal 10 November 2025, rombongan Kepala Desa dan Pengurus BUMDes Desa Sungai Jingah Besar Kecamatan Tabunganen melaksanakan studi tiru ke BUMDes Adil Sejahtera di Desa Kolam Kanan Kecamatan Wanaraya Kab. Barito Kuala



    Kunjungan ini secara khusus berfokus pada kegiatan usaha peternakan ayam petelur yang telah berhasil dijalankan oleh BUMDes Adil Sejahtera. Usaha ini telah terbukti tidak hanya menghasilkan profit bagi desa, tetapi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga telur di wilayah Kolam Kanan, menjadikannya model ideal untuk ditiru. "Alhamdulillah, Bumdes kami dipercaya sebagai destinasi studi tiru dari rekan Kepala Desa Sungai Jingah Besar dan Bumdes, walaupun masih banyak kekurangan akan tetapi semoga ini menjadi percontohan usaha khususnya di Kecamatan Wanaraya dan Umumnya Kecamatan lainnya" ujar Kepala Desa Kolam Kanan Endang Sudrajat.

    Dalam sesi studi tiru, tim BUMDes Sungai Jingah Besar mendalami berbagai aspek operasional, meliputi:

  • Manajemen Kandang dan Pemeliharaan
  • Strategi Pemasaran dan Distribusi
  • Pengelolaan Keuangan dan Kelembagaan
  • Dampak Terhadap Ketahanan Pangan

    Ketua BUMDes Sungai Jingah Besar menyatakan bahwa hasil dari studi tiru ini akan menjadi bekal berharga dalam merumuskan dan mengimplementasikan program serupa di Desa Sungai Jingah Besar. Diharapkan, keberhasilan BUMDes Adil Sejahtera dalam sektor ayam petelur dapat direplikasi, disesuaikan dengan potensi dan kondisi lokal, guna menciptakan sumber pendapatan baru bagi desa sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat Sungai Jingah Besar.

    BUMDes Adil Sejahtera menyambut baik kunjungan tersebut dan berkomitmen untuk terus berbagi praktik terbaik sebagai wujud kolaborasi antar-BUMDes dalam memajukan perekonomian desa di Indonesia. (wahidinilmi_korcam)