Selasa, 14 April 2026

Terobos Batas Ruang: Pendamping Desa se-Barito Kuala Ikuti Pelatihan Digitalisasi Website Desa via Zoom

 

MARABAHAN – Semangat transformasi digital di Kabupaten Barito Kuala terus membara meski dilakukan secara virtual. Melalui ruang temu daring (Zoom Meeting), seluruh jajaran Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten, Pendamping Desa (PD), serta Pendamping Lokal Desa (PLD) se-Kabupaten Barito Kuala mengikuti Pelatihan Pembuatan Blog dan Website secara intensif.

Pelatihan ini menjadi semakin strategis dengan kehadiran TAPM PIC Media Sosial Provinsi Kalimantan Selatan Bpk Jamah Syari yang Memberikan Arahan untuk semua PD dan PLD, serta PIC Media Sosial Kabupaten Barito Kuala Bpk. Supiani memaparkan materi terkait Pembuatan Blog/Website. Pertemuan daring ini membuktikan bahwa efisiensi teknologi dan kolaborasi dapat berjalan beriringan demi memajukan tata kelola informasi desa.

Membangun Jembatan Digital dari Layar Monitor

Meski dipisahkan oleh jarak geografis antar kecamatan di Barito Kuala, para pendamping desa tampak antusias mengikuti setiap tahapan teknis pembuatan platform digital. Fokus utama kegiatan ini adalah mempersiapkan para PD dan PLD sebagai "pionir digital" yang nantinya akan menularkan keahlian tersebut kepada seluruh Pemerintah Desa.

Targetnya jelas: Satu Desa, Satu Portal Informasi. Hasil dari pelatihan daring ini akan diimplementasikan langsung ke lapangan, sehingga setiap desa di Barito Kuala memiliki Blog atau Website resmi sebagai sarana publikasi kegiatan dan potensi desa.




Menjawab Tantangan Permendes Nomor 13 Tahun 2025

Langkah digitalisasi secara daring ini merupakan gerak cepat dalam melaksanakan amanah Permendes PDTT Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pedoman Sistem Informasi Desa (SID). Melalui website desa, pemerintah desa dituntut untuk lebih mandiri dalam mengelola data serta menyediakan informasi yang transparan dan akuntabel bagi masyarakat.

"Pelatihan melalui Zoom ini adalah bukti nyata bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kita mulai dari pendamping, lalu kita gerakkan seluruh desa di Barito Kuala agar melek teknologi," ujar salah satu peserta dalam sesi diskusi virtual.

Dipilihnya metode daring bukan tanpa alasan. Selain efisiensi waktu, metode ini sekaligus menjadi praktik langsung bagi para pendamping dalam memanfaatkan perangkat teknologi informasi. Dengan website desa yang nantinya dikelola secara profesional, transparansi pembangunan dan promosi keunggulan desa di Barito Kuala akan lebih mudah dijangkau oleh siapapun, kapanpun, dan di manapun.


"Mari dukung desa kita menjadi Desa Digital yang Mandiri!"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar