Tulisan Berjalan

SELAMAT DATANG DI BLOG RESMI TENAGA PENDAMPING DESA KECAMATAN WANARAYA KAB. BARITO KUALA

Kamis, 23 April 2026

Bimbingan Teknis Evaluasi Kinerja TPP TA. 2026 Oleh BPSDM Kementerian Desa PDT

BARITO KUALA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPSDM) resmi memperkuat sistem pengawasan Tenaga Pendamping Profesional (TPP). Langkah ini diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Evaluasi Kinerja (Evkin) Individu yang difokuskan pada optimalisasi aplikasi Evkin.

Berdasarkan surat undangan resmi Nomor 401/SDM.00.03/IV/2026 yang diterbitkan oleh BPSDM Kemendesa PDTT, kegiatan ini dilaksanakan sepenuhnya melalui platform Zoom Meeting. Hal ini dilakukan untuk menjangkau para penggerak pembangunan desa secara efisien namun tetap komprehensif.

Bimtek yang dipimpin oleh tim pusat ini diikuti oleh jajaran lintas level, mulai dari Koordinator Nasional (Kornas), Koordinator Provinsi (Korprov), Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten, hingga Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD). Secara khusus, sesi ini melibatkan perwakilan dari lima provinsi strategis: 

Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB),Sulawesi Utara.

Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa evaluasi kinerja TPP kini bertransformasi menjadi lebih sistematis dan objektif. Beberapa poin utama mekanisme baru ini meliputi:

  • Periodisitas Berkala: Evaluasi kinerja dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan (triwulan) untuk memastikan konsistensi performa di lapangan.
  • Penilaian Berjenjang: Setiap individu TPP akan dinilai langsung oleh satu jenjang struktur di atasnya, guna menjamin validitas pengawasan teknis.
  • Pelibatan Pengguna Layanan: Guna menjaga objektivitas, aplikasi Evkin juga mengintegrasikan penilaian dari pengguna layanan langsung, yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Camat, serta Kepala Desa

Pelaksanaan Bimtek via daring ini menjadi bukti adaptasi teknologi Kemendesa PDTT dalam mengelola ribuan SDM di seluruh Indonesia. Aplikasi Evkin diharapkan menjadi "buku rapor" digital yang transparan, di mana kinerja pendamping tidak hanya diukur dari kehadiran, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan oleh pemerintah desa dan kecamatan.

Dengan sistem ini, data yang terkumpul akan menjadi basis kebijakan bagi kementerian dalam melakukan pembinaan, pengembangan kapasitas, maupun penentuan keberlanjutan kontrak kerja TPP secara lebih adil dan berbasis data. (wahidinilmi Korcam)


#KemendesaPDTT #BPSDM #AplikasiEvkin #PendampingDesa #Bimtek2026

 



Senin, 20 April 2026

Sinergi Membuahkan Hasil: Wanaraya Jadi Kecamatan Pertama di Batola yang Rampungkan Pemeringkatan BUMDes Tahun 2026

Wanaraya – Semangat kemajuan desa di Kabupaten Barito Kuala (Batola) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini, Kecamatan Wanaraya resmi menjadi kecamatan pertama di Bumi Ije Jela yang berhasil menyelesaikan 100% proses Pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Per tanggal 16 April 2026 hingga menunggu terifikasi di tingkat pusat , disusul oleh Kecamatan Tabukan dan Mekarsari per tanggal 17 April 2026 . Pencapaian ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bukti nyata bahwa tata kelola ekonomi desa di Wanaraya mulai naik kelas menuju kemandirian yang lebih terukur.

Sumber : Data oleh TAPM Kab, PIC BUMDes

Buah dari Kolaborasi Tiga Pilar

Keberhasilan Wanaraya dalam memacu pemeringkatan ini tidak lepas dari rumus "Segitiga Emas" kolaborasi di tingkat akar rumput. Tidak ada pihak yang berjalan sendirian; semua bergerak dalam satu irama yang sama:

 1. Tenaga Pendamping Profesional (TPP): Sebagai garda terdepan, para pendamping desa memberikan kawalan teknis secara intensif. Mulai dari verifikasi dokumen, input data di sistem, hingga memastikan indikator penilaian terpenuhi.

 2. Pemerintah Desa (Pemdes): Dukungan penuh dari para Kepala Desa di Kecamatan Wanaraya menjadi kunci utama. Pemdes berperan memfasilitasi kebutuhan data serta memberikan dukungan moral dan kebijakan bagi pengurus BUMDes.

 3. Pengurus BUMDes:Sebagai aktor utama, kemauan keras dari pengurus BUMDes untuk berbenah dan transparan dalam pelaporan patut diacungi jempol. Mereka proaktif melengkapi berkas legalitas dan laporan keuangan yang menjadi poin krusial dalam pemeringkatan.


Mengapa Pemeringkatan Itu Penting?

Mungkin ada yang bertanya, "Kenapa harus repot-repot melakukan pemeringkatan?" Jawabannya sederhana: Tanpa pemeringkatan yang jelas, BUMDes akan sulit untuk menjalin kemitraan strategis dengan pihak ketiga atau mengakses permodalan yang lebih besar. Melalui proses ini, BUMDes di Wanaraya kini memiliki potret status yang jelas, apakah masuk kategori *Perintis, Pemula, Berkembang, atau Mandiri.

"Keberhasilan Wanaraya ini diharapkan menjadi pematik bagi kecamatan-kecamatan lain di Barito Kuala. Jika koordinasi antara pendamping, desa, dan pengelola BUMDes berjalan harmonis, tidak ada kendala yang tidak bisa diatasi." Ujar Kasi Pemberdayaan Kec. Wanaraya 

Menatap Masa Depan Ekonomi Desa

Dengan selesainya pemeringkatan ini, tugas besar berikutnya adalah meningkatkan kualitas usaha. Status yang didapat menjadi fondasi untuk menyusun strategi bisnis yang lebih matang. Harapannya, BUMDes tidak hanya sekadar papan nama, tetapi benar-benar menjadi mesin penggerak ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).


Selamat untuk Kecamatan Wanaraya! Langkah ini adalah bukti bahwa dengan kolaborasi, membangun desa dari pinggiran bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang terukur.


(wahidinilmi)
#BaritoKuala #Wanaraya #BUMDes #DesaMaju #EkonomiDesa #PendampingDesa #BatolaSatu


Selasa, 14 April 2026

Terobos Batas Ruang: Pendamping Desa se-Barito Kuala Ikuti Pelatihan Digitalisasi Website Desa via Zoom

 

MARABAHAN – Semangat transformasi digital di Kabupaten Barito Kuala terus membara meski dilakukan secara virtual. Melalui ruang temu daring (Zoom Meeting), seluruh jajaran Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten, Pendamping Desa (PD), serta Pendamping Lokal Desa (PLD) se-Kabupaten Barito Kuala mengikuti Pelatihan Pembuatan Blog dan Website secara intensif.

Pelatihan ini menjadi semakin strategis dengan kehadiran TAPM PIC Media Sosial Provinsi Kalimantan Selatan Bpk Jamah Syari yang Memberikan Arahan untuk semua PD dan PLD, serta PIC Media Sosial Kabupaten Barito Kuala Bpk. Supiani memaparkan materi terkait Pembuatan Blog/Website. Pertemuan daring ini membuktikan bahwa efisiensi teknologi dan kolaborasi dapat berjalan beriringan demi memajukan tata kelola informasi desa.

Membangun Jembatan Digital dari Layar Monitor

Meski dipisahkan oleh jarak geografis antar kecamatan di Barito Kuala, para pendamping desa tampak antusias mengikuti setiap tahapan teknis pembuatan platform digital. Fokus utama kegiatan ini adalah mempersiapkan para PD dan PLD sebagai "pionir digital" yang nantinya akan menularkan keahlian tersebut kepada seluruh Pemerintah Desa.

Targetnya jelas: Satu Desa, Satu Portal Informasi. Hasil dari pelatihan daring ini akan diimplementasikan langsung ke lapangan, sehingga setiap desa di Barito Kuala memiliki Blog atau Website resmi sebagai sarana publikasi kegiatan dan potensi desa.




Menjawab Tantangan Permendes Nomor 13 Tahun 2025

Langkah digitalisasi secara daring ini merupakan gerak cepat dalam melaksanakan amanah Permendes PDTT Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pedoman Sistem Informasi Desa (SID). Melalui website desa, pemerintah desa dituntut untuk lebih mandiri dalam mengelola data serta menyediakan informasi yang transparan dan akuntabel bagi masyarakat.

"Pelatihan melalui Zoom ini adalah bukti nyata bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kita mulai dari pendamping, lalu kita gerakkan seluruh desa di Barito Kuala agar melek teknologi," ujar salah satu peserta dalam sesi diskusi virtual.

Dipilihnya metode daring bukan tanpa alasan. Selain efisiensi waktu, metode ini sekaligus menjadi praktik langsung bagi para pendamping dalam memanfaatkan perangkat teknologi informasi. Dengan website desa yang nantinya dikelola secara profesional, transparansi pembangunan dan promosi keunggulan desa di Barito Kuala akan lebih mudah dijangkau oleh siapapun, kapanpun, dan di manapun.


"Mari dukung desa kita menjadi Desa Digital yang Mandiri!"